Tampilkan postingan dengan label Review ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review ku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Mei 2014

Emergency Couple (2014)


Enam tahun bukan waktu yang singkat tapi tetap tak cukup membuatku melupakan sosok yang pernah menjadi pendamping hidupku. Lalu kenapa dia harus muncul lagi di hadapanku sekarang? Dan yang lebih parahnya lagi, dia juga menjadi dokter magang di IGD Rumah Sakit Universitas Woosu, sama seperti diriku. Itu artinya, kami akan terus bertemu setiap hari selama tiga bulan.

"Kau bahkan tidak bisa mengurus suamimu, bagaimana kau bisa memegang pisau bedah? Pasien gila seperti apa yang mau menyerahkan hidupnya di tanganmu?", sigh, dia masih sama - masih kasar dan masih meremehkan aku seperti dulu. Tapi kata-katanya tak cukup melemahkan niatku untuk mewujudkan impianku menjadi seorang dokter. Akan kubuktikan kalau aku bisa, tidak hanya padanya, tapi juga pada Kepala IGD, bahkan pada mantan ibu mertuaku yang sangat membenciku.

Berbagai kasus di rumah sakit membuat kami menjadi dekat kembali tapi aku masih cukup kuat untuk tidak terjebak pada perasaan 'cinta lama bersemi kembali'. Hingga suatu hari dia mengatakan padaku bahwa dia ingin memulainya lagi bersamaku. Tapi aku menolaknya, aku terlalu takut untuk memulai perasaan ini lagi, terlalu takut untuk sakit hati lagi seperti dulu. Walaupun tak bisa kupungkiri rasa itu masih ada.

Demi rasa cintanya padaku, diapun menuruti kemauanku untuk menjauh dariku. Tapi kenapa sekarang justru aku yang tak ingin jauh darinya? Bukan hanya tak ingin, tapi aku tak bisa, karena aku memang mencintainya, dulu dan sekarang. Akan ku ajak dia memulai lagi sama seperti dia pernah mengajakku untuk memulainya lagi. Akan kusingkirkan rasa takut ini, karena aku yakin kami adalah sosok yang lebih baik dari dulu, dan karena kami adalah dua orang yang saling mencintai. Namun ternyata hubungan ini tidak semudah yang aku pikirkan. Sekarang justru dia yang menolak keinginanku karena dia merasa aku melakukan hal ini hanya karena rasa kasihan.

***

Jumat, 30 Agustus 2013

Big Coffee (cabang baru)

Bismillah,

Ada kabar gembira!!! Big Coffee udah punya cabang loh... Yakni di Jl A. Yani km 34,5 Banjarbaru (persis di depan Polres Banjarbaru). Tapi saya kurang tau juga, tepatnya kapan tempat ini pertama kali dibuka. Intinya, saya tau Big Coffee punya cabang baru lagi adalah melalui teman saya.

Kemarin sore, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi Big Coffee cabang baru ini, sekalian mau buka puasa di sana. Menu yang dipesan pun sudah siap ada dalam benak saya, sebelum saya tiba di Big Coffee. Menu tersebut adalah Nasi Goreng Oratta. Saya pernah icip punya teman waktu pesan menu ini, rasanya enak banget, nasi goreng ikan asin gitu, pokoknya maknyusss... Selain Nasi Goreng Orata, sayapun sudah terpikir untuk memesan Shabu-Shabu/Steam Boat ala Big Coffee. Konon Steam Boat atau Shabu-shabu ini adalah menu baru di Big Coffee. Saya tertarik buat icip setelah sukses ngiler karena liat foto di instagramnya temen yang aplut gambar Steam Boat di Big Coffee lengkap dengan aksesoriesnya :D

Beberapa menu baru yang hadir melengkapi Big Coffee
Sayapun semangat banget, selain mau nyoba bertandang ke tempat baru, saya bakalan nyoba menu baru. Pasti seru!!!!

Setibanya di Big Coffee, sayapun memesan menu yang dimaksud, dengan menambahkan sedikit note kepada pelayannya, kalau makanannya disaji pas mau adzan magrib aja, biar pas gitu. Dan pelayan Big Coffee pun mengiyakan.
Sembari menunggu adzan magrib, sayapun nyantai aja online dengan uenaknya karena ternyata di tempat yang baru ini, Big Coffee juga menyediakan layanan hot spot, sama seperti di Big Coffee yang lama.

Salah satu sudut Big Coffee cabang baru

Horeee.. ada lukisan khas Big Coffee, tapi kayaknya belum maksimal :D

Tunggu punya tunggu, adzan magribpun berkumandang, makanan yang saya pesanpun mulai berdatangan satu persatu. Nasi Goreng Orata terlihat menggoda sekali. Tapi paling excited banget liat Steam Boat yang disajikan, maklumlah, ini merupakan pengalaman pertama saya makan makanan ala Steam Boat yang dimasak sendiri itu.. :D

Beef Sphagetti ala Big Coffee pesanan Yayuk

Nasi Goreng Oratta ala Big Coffee

Bersiap menikmati Shabu-shabu ala Steam Boat, sumpit mana sumpit??? :D

Shabu-shabu/Steam Boat ala Big Coffee - Meriahnya Makan

Shabu-shabunya sudah matang :)


Sedang asyiknya menikmati hidangan, tiba-tiba Ka Deni (owner dari Big Coffee) menghampiri dan mulai menyapa. Saya langsung main nyuruh aja, nyuruh Ka Deni buat duduk, biar bisa saya ajak ngobrol, hihihi.. soalnya saya pingin tau tentang tempat baru dan menu baru Big Coffee. Biar bisa dapat infonya langsung dari yang punya Big Coffee. Berhubung Ka Deni juga orangnya ramah, yaudah lah, beberapa pertanyaan sayapun akhirnya terjawabkan.

Jadi intinya, sekarang Big Coffee itu punya dua tempat. Tempat yang lama (yang di Jl. Sukarelawan No. A16) masih beroperasi. Beberapa menu baru, sengaja diciptakan oleh Ka Deni, termasuk di antaranya adalah Steam Boat tersebut. Huiii.. ternyata Ka Deni jago masak, terbukti dari maknyusnya Shabu-Shabu yang disajikan ala Steam Boat yang ternyata merupakan racikan hasil eksperimen Ka Deni sendiri. Mantab ga tuh?!!!
Di tempat yang baru ini, belum ada live musicnya, karena terhalang oleh izin. Alhasil cuma ada lagu dari pemutar musik aja sebagai teman pengiring makan Steam Boat. Tapiii, ternyata di tempat baru ini, Big Coffee menyediakan fasilitas buat Nobar, ada layar besarnya gitu loh.

Tetiba, di tengah-tengah kami makan, Ka Deni memberikan free voucher untuk beberapa menu yang ada di Big Coffee. Huaaa.. senang dong udah pasti, tapi sempat bingung juga, kenapa jadi kami dikasih voucher ini? Sebelumnya kan saya dapat voucher, karena tulisan saya. Kali ini, langsung dapat voucher gitu aja. Mungkin Big Coffee lagi baik hati kali ya. Hihihi... Sering-sering aja deh kalo gitu.

Free Voucher darinya Big Coffee, terima kasih Big Coffee :)

So, buat temen-temen yang mau nongkrong sambil menikmati kopi dan berbagai makanan yang oke ala Big Coffee, bisa mendatangi cabang baru Big Coffee. Ajak aja teman yang banyak, kalau perlu sambil Nobar juga bisa. Jangan lupa icipin shabu-shabunya. Kuahnya mantab abiss (ngiler lagi :p).

Mari ke Big Coffee :)


Mari makan... ;)

enak dimakan selagi panas... :)

patner makan enak, wkwkwkwk :))

Jumat, 31 Mei 2013

Zuppa Zion Cafetaria

Bismillah,

Zuppa Soup - salah satu jenis sup ini tentu bukan berasal dari Indonesia, tapi nampaknya sudah begitu familiar di lidah orang Indonesia. Buktinya, banyak sekali cafe atau tempat makan yang menyajikan menu ini. Sayapun termasuk salah satu penggemar Zuppa Soup. Saya suka rasa cream yang gurih dengan potongan jamur dan ayam serta pastry renyah, membuat saya sering kangen dengan masakan yang satu ini.

Masih seputar Zuppa Soup, beberapa waktu yang lalu saya sempat melihat sebuah tempat makan yang menarik perhatian saya. Nama tempat makan tersebut adalah Zuppa Zion Cafetaria. Yang konon katanya merupakan cabang dari Rumah Zuppa Yogyakarta. Yang membuat saya tertarik adalah tentu dari kata Zuppa nya itu, belum lagi ada embel-embel: "Surganya Pasta Gio". Tambah penasaran lah saya. Maka sore kemarinpun, saya ke sana.

Zuppa Zion Cafetaria's Menu


Sesampainya di Zuppa Zion Cafetaria, saya sudah menyukai tempatnya. Tempatnya enak dan cantik, walaupun terkesan kecil. Cuma ada 8 meja (4 meja di luar dan 4 meja di dalam), tapi saya merasa nyaman aja di tempat ini karena mungkin penataan dan dekorasinya yang bikin nyaman.

Tempatnya nyaman ;)

Salah satu sudut Zuppa Zion Cafetaria

Outdoor area of Zuppa Zion Cafetaria

Kamipun mulai membuka buku menu dan lumayan terkejut dengan banyaknya menu yang ditawarkan dan dengan harga yang sangat-sangat murah!!! Mau tau menu apa saja yang ditawarkan di tempat ini? Berikut yang bisa saya bagi di sini

Untuk makanannya ada:
Zuppa Original
Zuppa Jagung
Zuppa Sosis
Zuppa Bakso
Zuppa Ayam
Zuppa Udang
Zuppa Special Keju
Zuppa Mix
Steak Tempe
Spaghetti
Makaroni
French Fries
Farfalle
Piscok Hot
Piscok Strawberry
Piscok Keju

Untuk minumannya ada:
Kopi Cappucino
Kopi Mix
Kopi Hitam
Lemon Tea
Susu Putih
Susu Coklat
Es Pisang Ijo
Teh Poci
Es Jeruk
Es Teh
Jus Lemon
Jus Jeruk
Jus Wortel
Jus Jambu Biji
Jus Strawberry
Jus Alpukat

Dengan range harga untuk makanannya sekitar Rp. 6.000 s.d Rp. 15.000. Sedangkan untuk minumannya sekitar Rp. 1.500 s.d Rp. 8.000. Murah meriah sangat kan?? :D

Alhasil saya jadi bingung mau pesan apa. Tapi karena memang udah ngincer Zuppa Soup, maka saya pun memesan Zuppa Soup Ayam dan Es Jeruk dengan tambahan Kentang Goreng. Tak lama, kentang goreng dan es jeruk nya datang, dan kami malah mendapat tambahan potongan semangka free. Waaa, Zuppa Zion baik deh.. :D

Numpang eksis :p

Ada Yayuk jugaa.. :)

Tak lama, yang ditunggu-tunggu datang juga. Zuppa Soup ayam siap disantap. Agak sedikit kecewa dengan tekstur Zuppa Soup di tempat ini. Creamy nya ga dapet dan ayamnya bukan potongan ayam dadu-dadu melainkan daging ayam yang disuir. Jadi ga sesuai dengan ekspektasi saya aja. Sedangkan untuk pastrynya sih saya akuin, perfect banget. :)


Zuppa Soup ala Zuppa Zion Cafetaria
Penasaran dengan tempat ini dan makanan yang dihidangkannya? Buruan ke Zuppa Zion Cafetaria Banjarbaru yang beralamat di Jl. Karang Anyar No. 51 Loktabat Utara, Banjarbaru.

About Zuppa Zion Cafetaria

Jumat, 10 Mei 2013

Green Shafwah Coffee

Bismillah,

Sudah lama banget ga ngeblog nih, mpe ada yang nanyain, koq sekarang saya udah jarang ngeblog? Huaaa... Jujur, padahal sekarang saya jarang sekali dinas keluar kota, yang seharusnya kondisi tersebut memungkinkan saya untuk lebih banyak memiliki waktu buat ngeblog, tapi entah kenapa ga menemukan mood yang pas. Fiuhh... Selalu saja ada alasan untuk menguatkan yang namanya rasa "malas" (please jangan dituru yack!! :D)

Well, sekarang mencoba membangkitkan kembali yang namanya semangat ngeblog. Kali ini mau ngereview sebuah cafe (lagi) di Banjarbaru yang beberapa waktu lalu berhasil saya kunjungi untuk pertama kalinya bersama dua orang teman kantor saya. Karena baru pertama mengunjungi tempat tersebut, jujur saja saya agak kurang pede bikin reviewnya, tapi karena mikirnya mau berbagi info, ya sudahlah, ini dia review saya. Mudah-mudahan bermanfaat :)

Cafe yang akan saya review kali ini bernama Green Shafwah Coffee, berlokasi di Jl. Pangeran Suriansyah No.17, Mentaos, Banjarbaru. Sebenarnya sudah dari beberapa hari yang lalu keinginan untuk mengunjungi cafe ini mulai terbersit di pikiran saya, karena banyaknya umbul-umbul iklan soft launching cafe ini bertebaran di jalan besar di kota Banjarbaru. Namun ya baru kesampaian sore kemarin saya bisa ke cafe ini.

Dari segi lokasi, cafe ini lumayan berada di tengah kota Banjarbaru, dekat banget sama sekolah SMU saya dulu, apalagi kalau bukan SMUN 2 Banjarbaru. Dan dari segi konsep tempat, udah oke, dengan desain interior yang serba modern dan minimalis, menambah kesan cozy. Hanya saja tempatnya lumayan kecil, sehingga penataan meja dan kursi agak terlalu berdekatan satu dengan yang lainnya.

Suasana GSC, modern dan minimalis, namun meja kursi satu dengan yang lainnya terasa terlalu dekat
 
Namun walau tempatnya kecil, di sini tetap ada live music corner nya loh. Tapi waktu saya berkunjung kesana, sekitar jam setengah 5 sore (jam pulang kerja), live music nya belum ada, jadi kami cuma dihibur oleh lagu-lagu dari pemutar musik Green Shafwah Coffee.

Live Music Corner GSC

Untuk menu, tersedia berbagai macam beverage dan food. Beverage nya sendiri terdiri dari Espresso Beverages dengan kisaran harga Rp. 9.500 s.d Rp. 25.500; Frappe Blended Coffee dengan kisaran harga Rp. 23.000 s.d 35.000; Tea Latte dengan kisaran harga Rp. 17.000 s.d Rp. 29.500; Frappe Blended Milk dengan kisaran harga Rp. 29.000 s.d Rp. 35.000; Classic Beverages dengan kisaran harga Rp.18.000 s.d 21.000; dan Tea dengan kisaran harga Rp. 7.500 s.d Rp. 14.500.

Sedangkan untuk kategori food terdiri dari Special Food dengan kisaran harga Rp. 9.000 s.d Rp. 22.000; Sandwich dengan kisaran harga Rp. 11.500 s.d Rp. 12.000; Pastry dengan kisaran harga Rp. 11.500 s.d Rp. 12.000; Cake dengan kisaran harga Rp. 10.500; Spikoe dengan kisaran harga Rp. 11.500; Soup (Baked Corn Zuppa Soup) dengan kisaran harga Rp. 19.000; Snack dengan kisaran harga Rp. 7.500.
Dengan catatan, semua harga tersebut sudah termasuk PPN. Ini nih yang dicari!! Hahaha... :))

Untuk rasa dari menu yang disajikan oleh cafe ini, saya cuma bisa menceritakan sedikit, karena kemarin saya cuma nyoba satu beverage dan satu food.
Saya pesan Ice Hazelnut Coffee Jelly Latte yang masih termasuk kategori Espresso Beverage. Untuk food nya saya pesan Cinnamon Spikoe. Rasa Ice Hazelnut Coffee Jelly Latte nya benar-benar oke punya loh. Saya suka banget. Enak!!! Sukaaaaa banget. Recommended banget deh pokoknya. ;)
Untuk Cinnamon Spikoe nya, ya seperti spikoe kayu manis pada umumnya, hanya saja dihangatkan terlebih dahulu di microwave, sipp lahh....

My order: Ice Hazelnut Coffee Jelly Latte dan Cinnamon Spikoe

Oiya, saya sempat icip Mint Tea yang dipesan oleh teman saya, koq rasanya aneh ya?? Bukannya rasa mint, malah rasa teh melati. Ini salah yang bikin atau gimana?? Hmm... Jujur kecewa. Moga next time, kesalahan yang seperti ini tidak akan terulang lagi.

Mengenai harga, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, standar aja, ga terlalu mahal tapi ga juga yang murah-murah banget. Kami bertiga kemarin menghabiskan sekitar Rp 55.500,- untuk 3 Beverages dan 2 Foods.

The Bill
Oiya, satu lagi kekurangan yang saya rasa dari GSC, yaitu dari cara memesan makanan dan minuman di cafe ini. Menggunakan sistem antri seperti di restoran fast food. Hal ini menyebabkan panjangnya antrian, padahal tempat dari GSC ini lumayan kecil, jadinya agak kurang nyaman aja. Sistem ini bisa diubah ga ya?? Semoga bisa!!
Sudut GSC, tempat memesan makanan dan minuman




Sistem antrinya kacau, padahal tempatnya sempit... :(
Green Shafwah Coffee, satu lagi pilihan cafe di Banjarbaru untuk nongkrong, ngobrol sambil menikmati aneka kopi dan minuman lainnya serta snack yang beragam. Tapi ada juga yang menjadikan GSC tempat buat narsis loh, hehehe :D

Yayuk dan Lidya eksis depan GSC
Yuk mari, yang mau berkunjung ke Banjarbaru, bisa wiskul ke GSC, jangan lupa icipin Ice Hazelnut Coffee Jelly Latte nya ya... Asli, recommended banget!!!

Salam wiskul!!! :)

Rabu, 30 Januari 2013

Big Coffee - new menus :)

Bismillah,

Malam Selasa kemarin, Rina yang baru datang dari Batulicin ngajak saya buat ketemuan, mumpung dia ada di Banjarbaru. Saya sepakat bertemu dan ga lupa ngajak Usie juga. Tempat yang dipilih adalah Big Coffee. Selain Rina belum pernah ke Big Coffee, saya juga pingin nyoba menu baru yang dijanjikan Big Coffee pada 2013 ini. Dari awal bulan Januari tadi, terus terang saya belum ada berkunjung ke Big Coffee.

Tampilan menu 'baru' Big Coffee

Ternyata memang ada beberapa menu baru yang menggoda sekali untuk dicoba. Di antaranya ada Red Velvet Latte (menu yang sudah pernah saya icip sebelum direlease), Panna Cotta, Egg Pudding, Purple Pudding, berbagai pilihan teh (termasuk Chamomile Tea yang dulu pernah saya icip juga sebelum direlease), dan lain sebagainya yang ga bisa saya sebutin satu-persatu :D

Pada kesempatan malam Selasa kemarin, kami icip banyak sekali makanan di Big Coffee, kemaruk banget dan program diet pun jadi berantakan, hahahaha...

Saya pesan Hidden Spaghetti ala Big Coffee. Bukan menu baru, tapi saya baru nyobain menu ini untuk pertama kali. Rasanya?? Enakk!! Taste Indonesia, jadi ga asing di lidah, oke lah pokoknya. :)
Untuk minumnya, saya pesan Fresh Orange favorit saya.
Hidden Spaghetti ala Big Coffee
Sedangkan Rina pesan Chicken Cordon Bleu ala Big Coffee. Saya numpang icip, dan saya suka sama rasanya, maknyusss... Tapi sayang saya lupa buat ambil foto penampakannya. Untuk minumnya, Rina pesan Fresh Orange dan (atas rekomendasi saya) Red Velvet Latte. Rina suka sama rasanya, ya iya laaa, enak gitu :D

Nah, Usie karena merasa masih kenyang, cuma pesan kentang goreng. Minumya Green Tea Latte, dan lagi-lagi saya alpa ambil fotonya :( plus saya juga ga numpang icip, jadi ga tau deh rasa si Green Tea Latte ini. Next time saya mau nyobain ah... :D

Oiya, tak lupa kami juga memesan Panna Cotta. Itu loh, Italian dessert yang terbuat dari cream, susu, dan gula yang didinginkan. Penasaran pingin nyoba kayak apa sih rasa dari Panna Cotta ini. Waw, ternyata rasanya enaaaakkkkk banget, apalagi ada buah-buahan segarnya, my favorit kiwi, huhuhu, sempurna deh pokoknya. Suka suka suka... :)

Panna cotta ala Big Coffee

Nongkrong di Big Coffee sambil dengerin live musicnya di Big Coffee Banjarbaru

Rina yang baru pertama kali ke Big Coffee pun terpuaskan, apalagi ternyata menurut Rina, harga makanan dan minuman di Big Coffee terjangkau. Makanya Rina pingin makan Di Big Coffee lagi besok harinya, tapi sayangnya saya harus dinas ke Kintap besoknya. Acara ngumpul di Big Coffee pun akhirnya dipending dulu. Beruntung saya dinasnya cuma 1 hari aja, jadi ngumpul barengnya bisa dilaksanakan sore tadi. Kali ini personil Aries Girl lengkap. Ada Rina, Usie, Seri dan tentu saja ada saya :)

Aries Girl pada ngumpul di Big Coffee Banjarbaru icip menu baru nya :)
Kita nyobain beberapa menu barunya lagi, di antaranya Mint Tea yang rasanya adem banget, seger dan bikin rileks. Bakalan jadi favorit saya nih kayaknya. Trus kita juga nyoba Egg Pudding dan Purple Puddingnya. Kedua pudding ini hampir sama, hanya saja yang Purple Pudding sepertinya ditambah essence blueberry. Rasanya?? Enakkk banget, si kecil Eza aja lahap banget makan Purple Puddingnya :)
Mint Tea ala Big Coffee, uenaaakkk bangett, bikin rileks minum ini ;)

Egg Pudding ala Big Coffee

Selain Mint Tea, saya penasaran pingin coba minuman yang penyajiannya dibakar dulu sebelum disajikan. Malam Selasa dulu saya pernah liat ownernya Big Coffee menyajikan minuman itu, jadi penasaran aja. Dan akhirnya sayapun pesan yang Caramel Latte. Rasanya sih tetap Caramel Latte, tapi topingnya aja yang jadi semacam lapisan gula yang lumayan keras, unik aja sih :)

Caramel Latte yang dibakar sebelum disajikan (lupa istilahnya apa :p)
Setelah puas makan, minum, dan nongkrong di Big Coffee, kamipun pulang, tapi nyempet-nyempetin foto di depan Big Coffee, hihihihi....

Usie - Rina - Eza - Nora, eksis depan Big Coffee Banjarbaru :)
Bakalan nambah sering nih kayaknya ke Big Coffee, hihihi... Saya aja malah udah planning mau ke sana bareng teman kantor. Wait for me ya friends, besok mau dinas lagi ke Kintap sampai hari Minggu. Tunggu saya juga ya Big Coffee :)

Minggu, 27 Januari 2013

Bara Steak - Teman Harimu

Bara Steak - Teman Harimu

Bismillah,

Bagi anda pelanggan setia Steak Obonk yang bertempat tinggal di Banjarbaru, tentu kemarin-kemarin sempat merasakan yang namanya kangen makan Steak di tempat tersebut, karena beberapa waktu yang lalu, Steak Obonk yang berlokasi di Jl. A. Yani Banjarbaru tersebut sempat vakum dalam waktu yang lumayan lama. Yupz, setidaknya itulah yang saya rasa. Saya kangen sekali pingin makan Mix Crispy favorit saya di Steak Obonk. Sempat 2 minggu berturut-turut saya mendatangi Steak Obonk, tapi tempatnya selalu tutup. Entah apa pasal. Yang jelas saya pingin banget makan Mix Crispy itu ditambah saya penasaran, koq Steak Obonk nya ga kunjung buka juga ya? Apa mungkin bangkrut?? Hmmm.. (sekali lagi) entahlah...

Dan tiba-tiba, pas beberapa waktu yang lalu saya lewat di depan Steak Obonk ini, ternyata namanya sudah berganti jadi Bara Steak. Wah apa-apaan ini pikir saya?? Rasa penasaran sayapun semakin menjadi-jadi apalagi teman kantor saya juga pada penasaran dan kepingin tau juga, kira-kira Bara Steak ini menyajikan menu makanan seperti apa.

Alhasil, beberapa waktu yang lalu, sayapun berkesempatan berkunjung ke Bara Steak ini. Kalau diliat dari tempatnya, sepertinya tetap seperti tempat Steak Obonk yang dulu. Hanya saja ada renovasi sedikit di sana-sini yang tentunya membuat tempatnya menjadi lebih bagus lagi.
Untuk tempat makan yang berada di luar (kebetulan kemarin saya pilih yang di luar), susunan meja kursinya ga banyak berubah, hanya saja lampunya lebih terang euy, mantab lah pokoknya.
Untuk menunya, ternyata hampir sama aja dengan Steak Obonk. Sayapun langsung memesan Mix Crispy, eh tapi ternyata menu Mix Crispynya baru ada bulan depan. Ya sudah lah, sayapun pesan Double Beef Crispy, hohohoho.. Mantab sekali!!!
Untuk minumnya, saya pesan soda gembira saja. ;)

Tak lama makanan dan minumannya pun datang. Dan rasa dari Beef Crispy by Bara Steak sama persis dengan Beef Crispy nya Steak Obonk. Sayapun lahap makan, doyan sih.. :p

Double Beef Crispy ala Bara Steak

Lemon Tea dan Soda Gembira ala Bara Steak

Sembari makan, ternyata saya mendengar alunan musik/lagu. Waktu era-nya Steak Obonk, lagu yang diputar berasal dari pemutar musik. Sedangkan kemarin, saya mendengar ada yang nyanyi gitu secara live, tapi berhubung saya makannya di luar, jadi saya cuma numpang dengar aja (belum bisa lihat). Pas mau bayar di kasir, baru deh saya bisa liat penampakan performance live music-nya. Iiiihhh.. Bara Steak keren euyy!!!

Pas pada waktu mau bayar pula, kita sempat ditawarin sama kasirnya Bara Steak untuk jadi member Bara Steak, ada kartu anggotanya gitu. Tapi karena belum minat, kita tolak dulu aja, mungkin lain kali ya Bara Steak ;)

Well, jadiii... Buat kalian para penggemar Steak Obonk, ga usah berkecil hati, sekarang udah ada Bara Steak yang menurut saya sih, sama aja dengan Steak Obonk, hanya berganti nama saja dan sedikit perubahan yang menurut saya perubahan yang oke :)

Tapi jadi sedikit bertanya-tanya aja sih... Kenapa Steak Obonk sekarang jadi Bara Steak ya?? Hayoo hayooo kenapaaaa?? (tiba-tiba kepo sekali.. :p). Hmmm... Apapun, selama Mix Crispy nya masih bisa saya nikmati, saya tak keberatan lah, mau nama tempatnya berubah jadi apa, hehehe.

Tak sabar pingin ke Bara Steak lagi, sama teman-teman yang dulu juga sukaaaa banget ke Steak Obonk.. ^_^

Sabtu, 26 Januari 2013

Katupat Kandangan Acil Jendela

Bismillah,

Senin kemarin tepatnya tanggal 21 Januari 2013, sehari sebelum saya berangkat dinas ke Kintap, saya kembali berwisata kuliner di daerah Martapura.
Awalnya pingin makan katupat batumis di daerah Antasan, tapi sayang hari Senin ternyata semua warung yang jual katupat batumis pada tutup. Jadi, musti diingat, kalau hari Senin jangan coba-coba nyari katupat batumis sore-sore, di jamin bakalan ga ada yang jual di Martapura :D

Akhirnya, Katupat Kandangan Acil Jendela lah yang menjadi pilihan. Katupat Kandangan Acil Jendela ini sudah merupakan langganan keluarga saya dari dulu kala. Biasanya ayah saya yang beli lalu dibungkus untuk di bawa pulang ke rumah. Ke sini-sininya saya penasaran sama warungnya, lalu mencoba untuk mendatangi sendiri warung tersebut yang berada di sebuah gang tepat di depan mesjid Sultan Adam Martapura.

Di warung Acil Jendela sendiri, selain Katupat Kandangan, ada juga nasi kuning yang kadang bikin saya ngiler juga, hehehe. Uniknya dari warung Acil Jendela ini adalah jam buka nya yang buka dari sore hari sampai dengan malam hari (perkiraan saya dari jam 16.00 s.d 22.00 WITA), padahal warung lain yang biasanya menjual nasi kuning dan katupat kandangan bukanya pagi hari karena 2 menu tersebut biasanya adalah menu sarapannya orang Banjar. Makanya, berasa unik aja ketika ada yang menjual makanan tersebut pada jam sore sampai dengan malam hari.

Untuk rasa, bagi lidah saya, katupat kandangan Acil Jendela ini maknyusss punya. Kemarin aja saya habis makan katupat kandangannya sebanyak 3 biji plus lauk iwak haruan. Waaa.. Mantab sekali!!!

Katupat Kandangan Acil Jendela lauk iwak haruan (Nora punya)

Katupat Kandangan Acil Jendela lauk Intalu (Yayuk punya)

Oiya, mungkin ada yang penasaran ya, kenapa koq dibilang Acil Jendela? Dulu aja saya pikir, jualannya dari dalam jendela, makanya disebut Acil Jendela, hihihi. Eh ternyata memang nama beliau: Jendela. Makanya disebut Acil Jendela.

Ini dia nih si Acil Jendela yang lagi sibuk meracik Katupat Kandangan maknyusss ;)

Mari, yang suka katupat kandangan, bisa tuh dicobain katupat kandangannya Acil Jendela. Makan katupat kandangan malam hari?? Istimewaaaa!!! :)

Rabu, 12 Desember 2012

[movie] Life of Pi

Life of Pi

Judul: Life of Pi

Sutradara: Ang Lee

Dibintangi oleh: Suraj Sharma, Irrfan Khan, Tabu, Rafe Spall, Adil Hussain, Ayush Tandon, Gerard Depardieu, Shravanthi Sainath, Vibish Sivakumar.

Berkisah tentang seorang pemuda India bernama Pi, anak dari penjaga sekaligus pemilik kebun binatang. Berhasil bertahan dari karamnya kapal Tsimtsum yang memusnahkan seluruh keluarganya dan binatang-binatang milik ayahnya.

Pi pun terombang-ambing di sekoci di lautan pasifik bersama seekor hyena, zebra, orangutan, dan harimau Bengal selama ratusan hari. Layaknya hukum rimba, satu persatu dari mereka mati, hingga hanya tersisa Pi dan harimau Bengal.

Seperti apakah akhir kisah unik ini? Temukan jawabannya, sambil nikmati indahnya lautan yang tersaji di film Life of Pi.

************************************

Film Life of Pi ini merupakan rekomendasi teman saya yang nampak exciting sekali bilang kalau film ini keren sekali. Padahal si teman juga belum nonton dan belum baca novelnya. Cuma sempat baca resensi filmnya aja, trus mungkin dia langsung tertarik dan langsung rekomendasikan film ini ke saya.
Berhubung hari Minggu kemarin saya berkesempatan untuk menonton film, maka Life of Pi pun menjadi pilihan utama saya untuk ditonton. Awalnya saya sempat skeptis, kira-kira bakalan dapat tiket nontonnya ga ya? Bahkan sempat terpikir untuk menonton film Indonesia saja, soalnya biasanya kan film Indonesia sedikit yang nonton, jadi mungkin masih kebagian tiket. Tapi syukurnya, ternyata tiket nonton Life of Pi nya berhasil kami dapat. Alhamdulillah. Akhirnya kamipun menonton film yang memang diangkat dari sebuah novel ini.

Yupz, film ini memang diangkat dari novel karya Yann Martel dengan judul yang sama: Life Of Pi.

Novel Life of Pi
Awal menonton film ini, saya sudah dibikin terkagum-kagum dengan tampilan visualnya yang sungguh luar biasa indah. Ditambah dengan alunan backsoundnya yang super merdu, jadilah saya terpesona di awal cerita.
Kemudian ketertarikan akan film ini semakin bertambah-tambah ketika saya menemukan ide cerita yang unik dari film ini. Tentang seorang anak yang diberi nama yang sangat aneh oleh orang tuanya: Piscine Molitor Patel (diambil dari sebuah nama kolam renang di Perancis), yang mengakibatkannya sering diejek oleh teman sebayanya. Untuk itu, Piscine kecil pun berusaha memperkenalkan nama panggilannya dengan nama: Pi yang berarti sebuah angka ajaib di dunia matematika. Bahkan Pi kecil pun menghafal seluruh angka Pi yang tak terhingga itu yang biasanya hanya kita tau sebagai 3,14. Teman dan gurunya pun kemudian kagum terhadap Pi, yang menyebabkan mereka memutuskan untuk tidak menghina Pi lagi dan mulai memanggilnya dengan nama: Pi.

Pi pun tumbuh sebagaimana anak lainnya, hanya saja, dia memiliki ketertarikan dan pemahaman yang berbeda akan Tuhan, dibanding dengan anak seumurnya. Ia pun akhirnya mencintai Khrisna (dewa ummat Hindu), lalu kemudian jatuh cinta pada Yesus Kristus, dan tak lupa mengagumi Allah. Ia pun akhirnya menganut tiga agama yang berbeda sekaligus. Ayahnya berusaha memperingatkan Pi, bahwa dengan percaya banyak agama, itu sama saja dengan tidak percaya satupun dari agama tersebut. Tapi Ibu Pi, selalu membela Pi, dengan mengatakan kalau Pi masih terlalu kecil untuk memahami arti sebuah kebenaran.

Waktu pun terus berlalu, dan Pi tumbuh menjadi remaja. Film pun memasuki inti cerita, ketika sampai di bagian di mana Pi merupakan satu-satunya manusia yang selamat dari karamnya kapal Tsimtsum yang membawa keluarganya dan binatang milik kebun binatang ayahnya. Pi selamat dengan menumpang sebuah sekoci yang di dalamnya ternyata ada seekor hyena, zebra, orangutan, dan harimau Bengal. Hyena yang buas, berhasil menyerang zebra yang sekarat dan memakannya. Orang utan yang entah memiliki perasaan layaknya manusia, mencoba untuk menghentikan hyena. Apa daya, orang utan pun kalah oleh hyena. Pi pun menjadi sangat marah dengan hyena itu, dan mencoba menyerangnya. Tapi di luar dugaan, tiba-tiba muncul harimau Bengal dari balik terpal sekoci yang menyerang hyena tersebut. Akhirnya hanya tersisa harimau Bengal dan Pi di sekoci tersebut. Perjuangan hari demi hari, berusaha bertahan hidup sambil menghindari harimau Bengal lapar di tengah lautan, tentulah tidak mudah. Mereka terkadang saling waspada, saling bersitegang, dan pada akhirnya Pi memutuskan bahwa ia akan menjadi teman si harimau Bengal yang biasa ia panggil dengan nama: Richard Parker.

Kisah mulai memasuki saat-saat menyentuh ketika, sekoci mereka diterpa badai, yang menyebabkan Richard Parker kepayahan, dan mereka berduapun menjadi sekarat. Pi pun pasrah pada kekuasaan Tuhan. Saya hampir nangis waktu Pi, menyatakan dia bersyukur akan hidup yang pernah Tuhan berikan padanya. Hikss..


Dannnn... Bisa dibilang saya tidak menyesal menonton film yang keren ini, terutama dari segi visualnya, apalagi saya nonton yang versi 3D nya. Huaaa... filmnya indah banget. Saya jadi kepingin baca novelnya. Kira-kira ada ga ya yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia?? :D


Kesimpulannya, film ini termasuk film yang recommended. Jadi, selamat menonton ya.. :)

Selasa, 27 November 2012

Pecel Lele Olla Banjarbaru

Bismillah,

Tadi siang, saya dan teman kantor memutuskan untuk makan siang di sebuah tempat makan yang sudah beberapa kali kami kunjungi. Kata ‘beberapa kali’ tentulah memiliki arti bahwa tempat makan ini termasuk kategori oke. Dan tempat makan tersebut bernama Pecel Lele Olla.
Pasti langsung ingat sama Pecel Lele Lela yang terkenal itu ya?? Emm.. Sepertinya inspirasi tempat makan yang satu ini memang datang dari Pecel Lele Lela, tapi hanya dari segi penamaan saja, yakni kata Lela diganti dengan Olla, mungkin maksudnya supaya lebih familiar dengan telinga orang Banjar kali ya, hehehe (kalau Lela kayak nama Betawi kan ya? :D). Tapi menu-menunya tentu berbeda jauh dengan Pecel Lele Lela. Dan tadinya saya pikir tempat makan ini punyanya artis Olla Ramlan, secara Olla kan artis dari kalsel, tapi ternyata bukan euy, hehehe...

Mengenai menu, di sini tersedia berbagai pilihan. Selain lele, ada menu ayam, nila, patin, bawal, dll. Tapi saya kalau makan di sini selalu memesan yang namanya Lele Goreng Jibrak. Soalnya saya memang penyuka lele, apalagi si lele goreng jibrak ini disajikan dengan sambal yang khas, saya sih menyebutnya sambal daun kemangi, karena memang sambalnya dikasih daun kemangi, jadi semriwing-semriwing gimana gituuu, hehehe.

Penasaran?? Bisa dicobain sendiri menu-menu Pecel Lele Olla nya yang beralamat di Jl. Pangeran Suriansyah No. 12 Banjarbaru (belakang kantor pos Banjarbaru atau depan SMK Telkom Sandy Putra Banjarbaru).

Untuk harga, standar aja sih, sekitar belasan ribu untuk seporsi makanan dengan lauk lele/ayam/patin. Dan dua puluh ribuan apabila lauknya bawal/nila (merasa sedikit aneh, koq mahalan nila daripada patin ya?? :D).

Hayoo yang jalan-jalan ke Banjarbaru, silakan mampir ke Pecel Lele Olla. Bisa makan gratis bagi yang namanya Olla dan bagi yang berulang tahun juga gratis makan di Pecel Lele Olla. Mengenai waktu bukanya RM ini, saya kurang tau, yang jelas kalau jam makan siang, biasanya sudah buka :D.

Mari ke Banjarbaru ^_^

Pecel Lele Olla

Suasana RM Pecel Lele Ola. Ada juga yg lesehannya loh, tapi lupa difoto :D

Buku menu Pecel Lele Olla

Lele Goreng Jibrak

Pecel Lele