Bismillah,
Selamat Idul Fitri semuanyaaaa... taqabalallahu minna wa minkum. :)
Walaupun sedikit telat ngucapinnya tapi ga apa ya daripada ga sama sekali :D
Udah lama ga posting sesuatu di blog saya terdjintah ini, hehehe... Berhubung kemarin saya bikin sendiri kue hari rayanya, maka nya kali ini mau berbagi resep lagi. Kebetulan kemarin saya bikin puding casablanca. Puding ini memang favorit keluarga, walaupun selama ini kami ga pernah bikin sendiri, alias makan puding ini kalo dikasih tetangga aja atau dikasih sama adik ibu yang sering bikin puding ini.
Nah, karena kemarin sayanya terbayang-bayang mau makan kue ini di hari yang fitri maka sayapun berniat buat bikin sendiri aja pudingnya sekalian belajar. Sayapun cari-cari resep di google. Awalnya nyari pakai keyword 'puding marmer', yang keluar bukan puding yang saya maksud. Trus pas kaka saya bilang, itu kalo ga salah namanya puding casablanca, barulah resep yang saya maksud keluar. Tapi kebanyakan yang resep untuk puding panggang. Memang casablanca ini rasanya lebih enak bila ditambah dengan dipanggang. Tapi karena sayanya ga mau repot sayapun nyari yang tanpa panggang a.k.a no bake.
Dari resep yang ada, ada beberapa bagian yang saya ubah. Berikut akan saya tulis resep yang sudah saya uji di dapur saya ya...
Puding Casablanca
Bahan:
Agar-agar plain 3 bungkus
Susu cair 1250 ml (saya pakai susu ultra 1 liter ditambah air biasa 250 ml)
Telur ayam 5 butir
Gula 350 gram
Tepung terigu 3 sendok makan
Susu kental manis 1/2 kaleng
Mentega 100 gram dicairkan dengan cara dilelehkan
Coklat bubuk 20 gram yang dilarutkan dengan kurang lebih 5 sendok makan air panas
Cara Membuat:
1. Oles loyang dengan mentega, sisihkan
2. Kocok gula dan telur sampai mengembang, matikan mixer
3. Masukkan tepung terigu sesendok demi sesendok sambil diaduk rata
4. Masukkan mentega cair, aduk rata
5. Masukkan susu kental manis, aduk rata
6. Masak agar-agar dan susu cair sampai mendidih, angkat
7. Masukkan campuran agar-agar ke dalam adonan sedikit demi sedikit sambil terus dimixer dengan kecepatan rendah. Lakukan sampai campuran agar-agar habis. Matikan mixer.
8. Aduk-aduk terus adonan sampai adonan menjadi hangat (penting)
9. Tuang 3/4 adonan ke dalam loyang
10. 1/4 adonan sisa, campur dengan larutan coklat. Aduk rata
11. Tuang adonan coklat sedikit-sedikit menggunakan sendok makan sampai habis. Kemudian dengan menggunakan garpu buat pola seperti marmer
12. Masukkan ke dalam kulkas, potong2 dan sajikan dingin.
Mulanya, saya pikir bikin puding ini bakalan gagal karena bikinnya kurang sepenuh hati akibat badan kecapekan. Soalnya siangnya saya masih ngantor meski cuma setengah hari :D. Tapi ternyata puding casablanca nya sukses berat. Rasanya enak.. manisnya pas. Coklatnya kerasa, susunya apalagi :)
Satu loyang cepet banget habisnya. Akhirnya bikin 2 loyang lagi. Satu pesanan mertuanya kaka. Satu lagi untuk kaka ipar yang baru datang ke rumah pas hari raya kedua... :D
Nah, setelah update status di bbm, kalo puding casablanca nya sukses berat, banyak temen yg minta resepnya. Bahkan ada yg bilang mau pesan juga. Hmm.. saya masih segan kalo harus nerima pesanan orang. Takut ga sesuai selera yang pesan, nanti malah kecewa, hee.. Akhirnya saya bagi aja resepnya. Kurang lebih seperti yang saya tulis di atas.
Yang pingin coba bikin, hayuk dicoba.. InsyaAllah gampang n rasanya enak.
Moga manfaat ya :)
NB: kemarin ga sempat ambil foto penampakan puding ini dan ga niat juga buat masukin foto dari google di postingan ini. Makanya postingan kali ini ga da fotonya yaa... Mungkin nanti klo bikin lagi pudingnya n ada kesempatan buat moto, bakalan saya update lagi postingan ini :)
Tampilkan postingan dengan label me and food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label me and food. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Juli 2015
Senin, 02 Juni 2014
Brownies Kukus Ny. Liem
Bismillah,
Weekend kemarin, saya kembali membuat kue bareng sahabat saya Yayuk. Begitulah kami kalau mengisi akhir pekan, kalau ga jalan-jalan, nonton, karaoke, pastilah weekend kami habiskan dengan memasak berbagai masakan atau bikin kue. Semacam jadi kegiatan yang menyenangkan ketika melakukan proses yang namanya bikin kue.
Kemarin itu sebenarnya cuma pengulangan saja. Kue-kue yang dibikin sudah pernah kami bikin sebelumnya. Bukan mengeksekusi resep kue yang baru. Kue-kue itu adalah Ontbijkoek dan Japanese Cheese Cake. Namun ada satu resep yang baru bagi saya, yaitu Brownies Kukus Ny. Liem. Sebetulnya, saya kurang suka kue brownies, makanya dari dulu ga tertarik buat bikin kue ini. Tapi berhubung ada teman kantor yang minta dibikinin, sayapun mulai mencoba untuk membikin kue ini, dibantu Yayuk yang memang sudah sering banget bikin kue ini, secara banyak orang memesan kue ini sama Yayuk. Hayooo yang mau icip tanpa mau repot bikin, bisa pesan sama Yayuk, tapi khusus wilayah Banjarbaru - Martapura saja ya.. *promosi :D
Banyak sekali resep brownies kukus Ny. Liem bertebaran di dunia maya hingga kadang membuat bingung mana resep yang benar mana resep yang sudah dimodifikasi. Sayapun sebenarnya kurang tau persis apakah resep yang kemarin kami coba itu adalah benar resep brownies kukus Ny. Liem atau tidak. Yang jelas, kami membuat sesuai catatan resep yang tertempel di kulkas Yayuk (di pintu kulkasnya banyak resep kue, biar gampang kalau mau bikin kue, bisa ditiru nih :D).
Berikut bahan dan cara membuat Brownies Kukus Ny. Liem yang kemarin sudah kami praktekkan.
Bahan I:
6 butir telur
225 gr gula pasir
1/2 sdt vanili bubuk
1/2 sdt garam
1 sdt elmusifier
Bahan II:
125 gr terigu protein sedang
50 gr coklat bubuk
1/2 sdt baking powder
Bahan III:
100 ml minyak goreng
35 gr margarin
30 gr butter
100 gr dark cooking chocolate, lelehkan, lalu campur dengan minyak goreng, margarin, dan butter
Bahan IV:
75 ml susu kental manis
Cara Membuat:
1. Campur dan kocok bahan I menjadi satu hingga mengembang dan kental (kami kemarin mengocoknya kurang lebih 15 s.d 20 menit menggunakan mixer kecepatan tinggi).
2. Masukkan bahan II sedikit demi sedikit sambil diayak hingga rata. Tuang bahan III, aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur rata. Ambil 100 gr adonan, campur dengan bahan IV, sisihkan.
3. Tuangkan 1/2 bagian sisa adonan tadi ke dalam loyang ukuran 20x20x7 cm yang telah diolesi dengan sedikit minyak dan dialasi dengan kertas roti (kami kemarin, loyangnya cuma diolesi margarin yang kemudian ditaburi dengan tepung). Kukus selama 10 menit dalam dandang yang sudah terlebih dulu dipanaskan dengan api sedang (Catatan: kalau terlalu tinggi apinya, brownies akan bergelombang permukaannya.
4. Tuang adonan yang telah dicampur bahan IV, kukus 5 menit dan terakhir masukkan sisa adonan. Kukus kembali selama 30 menit hingga matang
5. Angkat dan dinginkan.
Ternyata setelah membuat brownies kukus ini, saya merasa kalau prosesnya lumayan 'repot' untuk seorang saya. Jadi masuk kategori dengan tingkat kesulitan 'sedang' kali ya. Soalnya, banyak bahan yang disiapkan dan banyak juga langkah-langkah pembuatannya. Karena mungkin selama ini saya terbiasa membuat kue dengan langkah yang lebih sederhana (kocok, tuang, panggang), maka ketika mengeksekusi resep ini terasa agak sedikit merepotkan bagi saya, dimana ada proses kukus lalu tunggu, kemudian menuang adonan selanjutnya, lalu kukus dan menunggu lagi, dst. Jadi kebayang betapa lebih repotnya lagi membuat kue lapis legit yang entah kapan bisa saya praktekkan (bawaannya udah takut duluan aja, takut gagal :D)
Well, bagi penyuka brownies, atau bagi yang selama ini penasaran mau bikin brownies kukus, bisa coba resep di atas yang sudah kami uji di dapur Yayuk. Moga sukses dan moga bermanfaat ya... :)
Oiya, saya juga mau bagi-bagi gambar penampakan JCC yang kami buat kemarin. Soalnya JCC nya cuantik bangettt, dihias dengan sepenuh hati... ^_^
Nah, kalo yang Ontbijkoek, maaf sekali kemarin saya tak minat untuk mengambil gambarnya karena ternyata kuenya turun setelah dipanggang. Entah apa penyebabnya, kami juga masih mikir salah kami dimana :(
Sekian laporan 'bikin kue' nya.... Besok-besok moga bisa bikin lagi, kalau perlu resep yang baru lagi B-)
Weekend kemarin, saya kembali membuat kue bareng sahabat saya Yayuk. Begitulah kami kalau mengisi akhir pekan, kalau ga jalan-jalan, nonton, karaoke, pastilah weekend kami habiskan dengan memasak berbagai masakan atau bikin kue. Semacam jadi kegiatan yang menyenangkan ketika melakukan proses yang namanya bikin kue.
Kemarin itu sebenarnya cuma pengulangan saja. Kue-kue yang dibikin sudah pernah kami bikin sebelumnya. Bukan mengeksekusi resep kue yang baru. Kue-kue itu adalah Ontbijkoek dan Japanese Cheese Cake. Namun ada satu resep yang baru bagi saya, yaitu Brownies Kukus Ny. Liem. Sebetulnya, saya kurang suka kue brownies, makanya dari dulu ga tertarik buat bikin kue ini. Tapi berhubung ada teman kantor yang minta dibikinin, sayapun mulai mencoba untuk membikin kue ini, dibantu Yayuk yang memang sudah sering banget bikin kue ini, secara banyak orang memesan kue ini sama Yayuk. Hayooo yang mau icip tanpa mau repot bikin, bisa pesan sama Yayuk, tapi khusus wilayah Banjarbaru - Martapura saja ya.. *promosi :D
Banyak sekali resep brownies kukus Ny. Liem bertebaran di dunia maya hingga kadang membuat bingung mana resep yang benar mana resep yang sudah dimodifikasi. Sayapun sebenarnya kurang tau persis apakah resep yang kemarin kami coba itu adalah benar resep brownies kukus Ny. Liem atau tidak. Yang jelas, kami membuat sesuai catatan resep yang tertempel di kulkas Yayuk (di pintu kulkasnya banyak resep kue, biar gampang kalau mau bikin kue, bisa ditiru nih :D).
| Resep Brownies Kukus Ny. Liem yang tertempel di pintu kulkas Yayuk |
Berikut bahan dan cara membuat Brownies Kukus Ny. Liem yang kemarin sudah kami praktekkan.
Bahan I:
6 butir telur
225 gr gula pasir
1/2 sdt vanili bubuk
1/2 sdt garam
1 sdt elmusifier
Bahan II:
125 gr terigu protein sedang
50 gr coklat bubuk
1/2 sdt baking powder
Bahan III:
100 ml minyak goreng
35 gr margarin
30 gr butter
100 gr dark cooking chocolate, lelehkan, lalu campur dengan minyak goreng, margarin, dan butter
Bahan IV:
75 ml susu kental manis
Cara Membuat:
1. Campur dan kocok bahan I menjadi satu hingga mengembang dan kental (kami kemarin mengocoknya kurang lebih 15 s.d 20 menit menggunakan mixer kecepatan tinggi).
2. Masukkan bahan II sedikit demi sedikit sambil diayak hingga rata. Tuang bahan III, aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur rata. Ambil 100 gr adonan, campur dengan bahan IV, sisihkan.
3. Tuangkan 1/2 bagian sisa adonan tadi ke dalam loyang ukuran 20x20x7 cm yang telah diolesi dengan sedikit minyak dan dialasi dengan kertas roti (kami kemarin, loyangnya cuma diolesi margarin yang kemudian ditaburi dengan tepung). Kukus selama 10 menit dalam dandang yang sudah terlebih dulu dipanaskan dengan api sedang (Catatan: kalau terlalu tinggi apinya, brownies akan bergelombang permukaannya.
4. Tuang adonan yang telah dicampur bahan IV, kukus 5 menit dan terakhir masukkan sisa adonan. Kukus kembali selama 30 menit hingga matang
5. Angkat dan dinginkan.
| Ini mixer yang kami pakai :) |
| Coklat yang dilelehkan dan dicampur dengan minyak goreng, margarin, dan butter |
| Tuangan pertama.. sudah mulai menggugah selera :) |
| Browniesnya sudah jadi :) |
| Tampak samping.. jadi seperti berlapis karena bikinnya memang ber-layer :) |
| Browniesnya sudah dihias... cantikkk :) |
Ternyata setelah membuat brownies kukus ini, saya merasa kalau prosesnya lumayan 'repot' untuk seorang saya. Jadi masuk kategori dengan tingkat kesulitan 'sedang' kali ya. Soalnya, banyak bahan yang disiapkan dan banyak juga langkah-langkah pembuatannya. Karena mungkin selama ini saya terbiasa membuat kue dengan langkah yang lebih sederhana (kocok, tuang, panggang), maka ketika mengeksekusi resep ini terasa agak sedikit merepotkan bagi saya, dimana ada proses kukus lalu tunggu, kemudian menuang adonan selanjutnya, lalu kukus dan menunggu lagi, dst. Jadi kebayang betapa lebih repotnya lagi membuat kue lapis legit yang entah kapan bisa saya praktekkan (bawaannya udah takut duluan aja, takut gagal :D)
Well, bagi penyuka brownies, atau bagi yang selama ini penasaran mau bikin brownies kukus, bisa coba resep di atas yang sudah kami uji di dapur Yayuk. Moga sukses dan moga bermanfaat ya... :)
Oiya, saya juga mau bagi-bagi gambar penampakan JCC yang kami buat kemarin. Soalnya JCC nya cuantik bangettt, dihias dengan sepenuh hati... ^_^
| JCC nya pake loyang bopas bentuk hati ;) |
| JCC dihias versi 1: Usman Love Yayuk :D |
| JCC dihias versi 1: Usman Love Yayuk :D |
| JCC dihias versi 2: Andin & Nora |
| JCC dihias versi 2: Andin & Nora |
| Sepotong JCC penuh cinta yang enyaaaakk luar biasa. Cake satu ini emang anti gagal :) |
| Adonannya padahal sempurna banget tapi begitu dipanggang, bencanapun terjadi :( |
Senin, 05 Mei 2014
bemasakan (part 4) - Pesmol Lele, Onion Ring, Pizza
Bismillah,
Entah kapan kali terakhir saya melakukan acara masak-masak bareng sobat saya Yayuk, yang jelas rasanya sudah lama sekali. Karena itu saya kangeennnn banget pingin bisa masak-masak lagi sama Yayuk. Alhamdulillah Sabtu kemarin keinginan saya itu terwujud. Rencanapun disusun dan terpilihlah aneka menu masakan yang ingin dieksekusi, yaitu Pesmol Lele, Onion Ring dan Pizza.
Pesmol lele sengaja dipilih karena saya memang penyuka ikan lele tapi agak bosan juga kalau menikmati lelenya cuma digoreng saja. Akhirnya sayapun searching menu di aplikasi android Masak Apa dan menemukan sebuah resep bernama Pesmol Lele. Pas baca bahan dan cara memasaknya, saya udah main ngiler aja. Jadi lah resep ini yang akhirnya kami pilih.
Sepintas tentang masakan Pesmol, konon katanya menu ini adalah menu yang berasal dari Betawi dan sangat nikmat disantap bersama nasi hangat. Tapi orang Betawi biasa memasak menu Pesmol ini menggunakan ikan Gurami atau Bandeng. Ternyata ikan Lele juga bisa di-Pesmol. Penasaran sama resepnya?? Tenanggg, bakalan saya tulisin koq di sini lengkap dengan foto-foto hasil memasak kami kemarin :)
Pesmol Lele
Bahan A:
- 4 ekor ikan lele ukuran sedang yang dipotong menjadi 3 s.d 4 bagian
- 1 siung bawang putih, parut
- 1 sdt garam
- 2 sdm air jeruk nipis
Bahan B:
- 1 batang serai memarkan
- 1 lembar daun salam
- 1 cm lengkuas, memarkan
- 1 buah cabai merah iris kasar
- 1 buah cabe hijau iris kasar
- 2 sdm air jeruk nipis
- 200 ml air
- Minyak goreng secukupnya
Bahan C:
- 4 butir kemiri
- 2 cm kunyit
- 1 cm jahe
- 1 buah cabe keriting, kalau mau lebih pedas bisa ditambahkan cabe rawit sesuai selera
- 6 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 sdt gula pasir
- 1 sdt garam
Cara membuat:
1. Bersihkan ikan lele, lalu remas-remas dengan bahan A, diamkan selama kurang lebih 30 menit
2. Goreng ikan dalam minyak panas agak banyak hingga matang dan cenderung kering. Tiriskan.
3. Haluskan bahan C lalu tumis hingga wangi
4. Masukkan serai, lengkuas, daun salam, irisan cabe dan air jeruk nipis. Aduk hingga layu.
5. Tambahkan air, didihkan.
6. Masukkan ikan lele goreng, aduk hingga mendidih dan agak kering
7. Angkat sajikan hangat.
Nah menu berikutnya yang mau dimasak adalah onion ring. Onion ring itu sih sebenarnya sejenis kudapan atau cemilan saja, tapi kalo mau dijadikan teman makan nasi, saya kira sih masih oke-oke saja. Kalo saya sih suka banget dengan Onion Ring ini, rasanya manis-manis gurih dan renyah kriuk-kriuk :). Kemarin masak Onion Ring-nya pake logika aja alias ga nyontek resep dari manapun. Intinya, irisan bawang bombay yang berbentuk cincin dikasih tepung bumbu instan yang ditambah dengan lada hitam. Untuk lebih praktis, irisan bawangnya saya taruh di baskom, trus saya kasih tepung bumbu + lada hitam, lalu saya goyang-goyang baskomnya sampai si tepung terbalut rata di permukaan bawang. Lalu bawang-bawang tersebut saya celupkan ke kocokan telur. Baru dimasukkan ke baskom yang berisi tepung roti. Goyang-goyang lagi, lalu goreng deh di minyak panas yang agak banyakan. Tunggu sampai warna coklat keemasan, angkat tiriskan. Tadaaaa, onion ring renyah yang maknyus punya siap disantap bersama sambal tomat botolan :)
Tak terasa, haripun sudah memasuki jam makan siang. Beberapa menu sudah berhasil kami masak, ini dia nih penampakan menu-menu itu.
Akibat dari sedapnya makanan-makanan tersebut, sayapun sampai lupa diri. Nambah nasi sampai kekenyangan, hehehe... Soalnya semuanya memang membangkitkan nafsu makan, terutama sambal penyet yang memang favorit saya banget. Untuk sambal penyet ini, sebenarnya bikinnya gampang banget. Bahannya aja cuma terdiri dari cabe rawit dan bawang putih yang digoreng sebentar di minyak bekas menggoreng ayam/ikan, trus diulek bersama garam secukupnya. Jangan lupa minyak bekas goreng cabenya disertain juga beberapa sendok makan. Kalau mau lebih 'panas' bisa ditambahkan lada putih bubuk. Huiii, benar-benar sambal yang sempurna. Apa aja enak di penyet di atas sambal ini. Tempe goreng?? Tahu goreng?? Ikan goreng?? Semua maknyusss :)
Alhamdulillah semuanya enak, makan pun jadi nikmat. Tapi agenda masak-masak tidak berhenti sampai di situ alias terus dilanjut di sore hari, yaitu bikin Pizza. Saya sih ga banyak bantu soalnya lagi sibuk ngopy drama korea, hehehe... Alhasil, Yayuk yang bikin pizza-pizza ini. Pizzanya enak banget... Sumpahh :D
Untuk resep Pizza, berhubung bukan saya yang bikin pizza, maka tidak ada resep yang bisa saya bagi ya :D. Mungkin next time kalo saya bikin sendiri pizza-nya :)
Entah kapan kali terakhir saya melakukan acara masak-masak bareng sobat saya Yayuk, yang jelas rasanya sudah lama sekali. Karena itu saya kangeennnn banget pingin bisa masak-masak lagi sama Yayuk. Alhamdulillah Sabtu kemarin keinginan saya itu terwujud. Rencanapun disusun dan terpilihlah aneka menu masakan yang ingin dieksekusi, yaitu Pesmol Lele, Onion Ring dan Pizza.
Pesmol lele sengaja dipilih karena saya memang penyuka ikan lele tapi agak bosan juga kalau menikmati lelenya cuma digoreng saja. Akhirnya sayapun searching menu di aplikasi android Masak Apa dan menemukan sebuah resep bernama Pesmol Lele. Pas baca bahan dan cara memasaknya, saya udah main ngiler aja. Jadi lah resep ini yang akhirnya kami pilih.
Sepintas tentang masakan Pesmol, konon katanya menu ini adalah menu yang berasal dari Betawi dan sangat nikmat disantap bersama nasi hangat. Tapi orang Betawi biasa memasak menu Pesmol ini menggunakan ikan Gurami atau Bandeng. Ternyata ikan Lele juga bisa di-Pesmol. Penasaran sama resepnya?? Tenanggg, bakalan saya tulisin koq di sini lengkap dengan foto-foto hasil memasak kami kemarin :)
Pesmol Lele
Bahan A:
- 4 ekor ikan lele ukuran sedang yang dipotong menjadi 3 s.d 4 bagian
- 1 siung bawang putih, parut
- 1 sdt garam
- 2 sdm air jeruk nipis
Bahan B:
- 1 batang serai memarkan
- 1 lembar daun salam
- 1 cm lengkuas, memarkan
- 1 buah cabai merah iris kasar
- 1 buah cabe hijau iris kasar
- 2 sdm air jeruk nipis
- 200 ml air
- Minyak goreng secukupnya
Bahan C:
- 4 butir kemiri
- 2 cm kunyit
- 1 cm jahe
- 1 buah cabe keriting, kalau mau lebih pedas bisa ditambahkan cabe rawit sesuai selera
- 6 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 sdt gula pasir
- 1 sdt garam
Cara membuat:
1. Bersihkan ikan lele, lalu remas-remas dengan bahan A, diamkan selama kurang lebih 30 menit
2. Goreng ikan dalam minyak panas agak banyak hingga matang dan cenderung kering. Tiriskan.
3. Haluskan bahan C lalu tumis hingga wangi
4. Masukkan serai, lengkuas, daun salam, irisan cabe dan air jeruk nipis. Aduk hingga layu.
5. Tambahkan air, didihkan.
6. Masukkan ikan lele goreng, aduk hingga mendidih dan agak kering
7. Angkat sajikan hangat.
Nah menu berikutnya yang mau dimasak adalah onion ring. Onion ring itu sih sebenarnya sejenis kudapan atau cemilan saja, tapi kalo mau dijadikan teman makan nasi, saya kira sih masih oke-oke saja. Kalo saya sih suka banget dengan Onion Ring ini, rasanya manis-manis gurih dan renyah kriuk-kriuk :). Kemarin masak Onion Ring-nya pake logika aja alias ga nyontek resep dari manapun. Intinya, irisan bawang bombay yang berbentuk cincin dikasih tepung bumbu instan yang ditambah dengan lada hitam. Untuk lebih praktis, irisan bawangnya saya taruh di baskom, trus saya kasih tepung bumbu + lada hitam, lalu saya goyang-goyang baskomnya sampai si tepung terbalut rata di permukaan bawang. Lalu bawang-bawang tersebut saya celupkan ke kocokan telur. Baru dimasukkan ke baskom yang berisi tepung roti. Goyang-goyang lagi, lalu goreng deh di minyak panas yang agak banyakan. Tunggu sampai warna coklat keemasan, angkat tiriskan. Tadaaaa, onion ring renyah yang maknyus punya siap disantap bersama sambal tomat botolan :)
Tak terasa, haripun sudah memasuki jam makan siang. Beberapa menu sudah berhasil kami masak, ini dia nih penampakan menu-menu itu.
Akibat dari sedapnya makanan-makanan tersebut, sayapun sampai lupa diri. Nambah nasi sampai kekenyangan, hehehe... Soalnya semuanya memang membangkitkan nafsu makan, terutama sambal penyet yang memang favorit saya banget. Untuk sambal penyet ini, sebenarnya bikinnya gampang banget. Bahannya aja cuma terdiri dari cabe rawit dan bawang putih yang digoreng sebentar di minyak bekas menggoreng ayam/ikan, trus diulek bersama garam secukupnya. Jangan lupa minyak bekas goreng cabenya disertain juga beberapa sendok makan. Kalau mau lebih 'panas' bisa ditambahkan lada putih bubuk. Huiii, benar-benar sambal yang sempurna. Apa aja enak di penyet di atas sambal ini. Tempe goreng?? Tahu goreng?? Ikan goreng?? Semua maknyusss :)
Alhamdulillah semuanya enak, makan pun jadi nikmat. Tapi agenda masak-masak tidak berhenti sampai di situ alias terus dilanjut di sore hari, yaitu bikin Pizza. Saya sih ga banyak bantu soalnya lagi sibuk ngopy drama korea, hehehe... Alhasil, Yayuk yang bikin pizza-pizza ini. Pizzanya enak banget... Sumpahh :D
Untuk resep Pizza, berhubung bukan saya yang bikin pizza, maka tidak ada resep yang bisa saya bagi ya :D. Mungkin next time kalo saya bikin sendiri pizza-nya :)
Jumat, 30 Agustus 2013
Big Coffee (cabang baru)
Bismillah,
Ada kabar gembira!!! Big Coffee udah punya cabang loh... Yakni di Jl A. Yani km 34,5 Banjarbaru (persis di depan Polres Banjarbaru). Tapi saya kurang tau juga, tepatnya kapan tempat ini pertama kali dibuka. Intinya, saya tau Big Coffee punya cabang baru lagi adalah melalui teman saya.
Kemarin sore, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi Big Coffee cabang baru ini, sekalian mau buka puasa di sana. Menu yang dipesan pun sudah siap ada dalam benak saya, sebelum saya tiba di Big Coffee. Menu tersebut adalah Nasi Goreng Oratta. Saya pernah icip punya teman waktu pesan menu ini, rasanya enak banget, nasi goreng ikan asin gitu, pokoknya maknyusss... Selain Nasi Goreng Orata, sayapun sudah terpikir untuk memesan Shabu-Shabu/Steam Boat ala Big Coffee. Konon Steam Boat atau Shabu-shabu ini adalah menu baru di Big Coffee. Saya tertarik buat icip setelah sukses ngiler karena liat foto di instagramnya temen yang aplut gambar Steam Boat di Big Coffee lengkap dengan aksesoriesnya :D
Sayapun semangat banget, selain mau nyoba bertandang ke tempat baru, saya bakalan nyoba menu baru. Pasti seru!!!!
Setibanya di Big Coffee, sayapun memesan menu yang dimaksud, dengan menambahkan sedikit note kepada pelayannya, kalau makanannya disaji pas mau adzan magrib aja, biar pas gitu. Dan pelayan Big Coffee pun mengiyakan.
Sembari menunggu adzan magrib, sayapun nyantai aja online dengan uenaknya karena ternyata di tempat yang baru ini, Big Coffee juga menyediakan layanan hot spot, sama seperti di Big Coffee yang lama.
Tunggu punya tunggu, adzan magribpun berkumandang, makanan yang saya pesanpun mulai berdatangan satu persatu. Nasi Goreng Orata terlihat menggoda sekali. Tapi paling excited banget liat Steam Boat yang disajikan, maklumlah, ini merupakan pengalaman pertama saya makan makanan ala Steam Boat yang dimasak sendiri itu.. :D
Sedang asyiknya menikmati hidangan, tiba-tiba Ka Deni (owner dari Big Coffee) menghampiri dan mulai menyapa. Saya langsung main nyuruh aja, nyuruh Ka Deni buat duduk, biar bisa saya ajak ngobrol, hihihi.. soalnya saya pingin tau tentang tempat baru dan menu baru Big Coffee. Biar bisa dapat infonya langsung dari yang punya Big Coffee. Berhubung Ka Deni juga orangnya ramah, yaudah lah, beberapa pertanyaan sayapun akhirnya terjawabkan.
Jadi intinya, sekarang Big Coffee itu punya dua tempat. Tempat yang lama (yang di Jl. Sukarelawan No. A16) masih beroperasi. Beberapa menu baru, sengaja diciptakan oleh Ka Deni, termasuk di antaranya adalah Steam Boat tersebut. Huiii.. ternyata Ka Deni jago masak, terbukti dari maknyusnya Shabu-Shabu yang disajikan ala Steam Boat yang ternyata merupakan racikan hasil eksperimen Ka Deni sendiri. Mantab ga tuh?!!!
Di tempat yang baru ini, belum ada live musicnya, karena terhalang oleh izin. Alhasil cuma ada lagu dari pemutar musik aja sebagai teman pengiring makan Steam Boat. Tapiii, ternyata di tempat baru ini, Big Coffee menyediakan fasilitas buat Nobar, ada layar besarnya gitu loh.
Tetiba, di tengah-tengah kami makan, Ka Deni memberikan free voucher untuk beberapa menu yang ada di Big Coffee. Huaaa.. senang dong udah pasti, tapi sempat bingung juga, kenapa jadi kami dikasih voucher ini? Sebelumnya kan saya dapat voucher, karena tulisan saya. Kali ini, langsung dapat voucher gitu aja. Mungkin Big Coffee lagi baik hati kali ya. Hihihi... Sering-sering aja deh kalo gitu.
So, buat temen-temen yang mau nongkrong sambil menikmati kopi dan berbagai makanan yang oke ala Big Coffee, bisa mendatangi cabang baru Big Coffee. Ajak aja teman yang banyak, kalau perlu sambil Nobar juga bisa. Jangan lupa icipin shabu-shabunya. Kuahnya mantab abiss (ngiler lagi :p).
Mari ke Big Coffee :)
Ada kabar gembira!!! Big Coffee udah punya cabang loh... Yakni di Jl A. Yani km 34,5 Banjarbaru (persis di depan Polres Banjarbaru). Tapi saya kurang tau juga, tepatnya kapan tempat ini pertama kali dibuka. Intinya, saya tau Big Coffee punya cabang baru lagi adalah melalui teman saya.
Kemarin sore, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi Big Coffee cabang baru ini, sekalian mau buka puasa di sana. Menu yang dipesan pun sudah siap ada dalam benak saya, sebelum saya tiba di Big Coffee. Menu tersebut adalah Nasi Goreng Oratta. Saya pernah icip punya teman waktu pesan menu ini, rasanya enak banget, nasi goreng ikan asin gitu, pokoknya maknyusss... Selain Nasi Goreng Orata, sayapun sudah terpikir untuk memesan Shabu-Shabu/Steam Boat ala Big Coffee. Konon Steam Boat atau Shabu-shabu ini adalah menu baru di Big Coffee. Saya tertarik buat icip setelah sukses ngiler karena liat foto di instagramnya temen yang aplut gambar Steam Boat di Big Coffee lengkap dengan aksesoriesnya :D
| Beberapa menu baru yang hadir melengkapi Big Coffee |
Setibanya di Big Coffee, sayapun memesan menu yang dimaksud, dengan menambahkan sedikit note kepada pelayannya, kalau makanannya disaji pas mau adzan magrib aja, biar pas gitu. Dan pelayan Big Coffee pun mengiyakan.
Sembari menunggu adzan magrib, sayapun nyantai aja online dengan uenaknya karena ternyata di tempat yang baru ini, Big Coffee juga menyediakan layanan hot spot, sama seperti di Big Coffee yang lama.
| Salah satu sudut Big Coffee cabang baru |
| Horeee.. ada lukisan khas Big Coffee, tapi kayaknya belum maksimal :D |
Tunggu punya tunggu, adzan magribpun berkumandang, makanan yang saya pesanpun mulai berdatangan satu persatu. Nasi Goreng Orata terlihat menggoda sekali. Tapi paling excited banget liat Steam Boat yang disajikan, maklumlah, ini merupakan pengalaman pertama saya makan makanan ala Steam Boat yang dimasak sendiri itu.. :D
| Beef Sphagetti ala Big Coffee pesanan Yayuk |
| Nasi Goreng Oratta ala Big Coffee |
| Bersiap menikmati Shabu-shabu ala Steam Boat, sumpit mana sumpit??? :D |
| Shabu-shabu/Steam Boat ala Big Coffee - Meriahnya Makan |
| Shabu-shabunya sudah matang :) |
Sedang asyiknya menikmati hidangan, tiba-tiba Ka Deni (owner dari Big Coffee) menghampiri dan mulai menyapa. Saya langsung main nyuruh aja, nyuruh Ka Deni buat duduk, biar bisa saya ajak ngobrol, hihihi.. soalnya saya pingin tau tentang tempat baru dan menu baru Big Coffee. Biar bisa dapat infonya langsung dari yang punya Big Coffee. Berhubung Ka Deni juga orangnya ramah, yaudah lah, beberapa pertanyaan sayapun akhirnya terjawabkan.
Jadi intinya, sekarang Big Coffee itu punya dua tempat. Tempat yang lama (yang di Jl. Sukarelawan No. A16) masih beroperasi. Beberapa menu baru, sengaja diciptakan oleh Ka Deni, termasuk di antaranya adalah Steam Boat tersebut. Huiii.. ternyata Ka Deni jago masak, terbukti dari maknyusnya Shabu-Shabu yang disajikan ala Steam Boat yang ternyata merupakan racikan hasil eksperimen Ka Deni sendiri. Mantab ga tuh?!!!
Di tempat yang baru ini, belum ada live musicnya, karena terhalang oleh izin. Alhasil cuma ada lagu dari pemutar musik aja sebagai teman pengiring makan Steam Boat. Tapiii, ternyata di tempat baru ini, Big Coffee menyediakan fasilitas buat Nobar, ada layar besarnya gitu loh.
Tetiba, di tengah-tengah kami makan, Ka Deni memberikan free voucher untuk beberapa menu yang ada di Big Coffee. Huaaa.. senang dong udah pasti, tapi sempat bingung juga, kenapa jadi kami dikasih voucher ini? Sebelumnya kan saya dapat voucher, karena tulisan saya. Kali ini, langsung dapat voucher gitu aja. Mungkin Big Coffee lagi baik hati kali ya. Hihihi... Sering-sering aja deh kalo gitu.
| Free Voucher darinya Big Coffee, terima kasih Big Coffee :) |
So, buat temen-temen yang mau nongkrong sambil menikmati kopi dan berbagai makanan yang oke ala Big Coffee, bisa mendatangi cabang baru Big Coffee. Ajak aja teman yang banyak, kalau perlu sambil Nobar juga bisa. Jangan lupa icipin shabu-shabunya. Kuahnya mantab abiss (ngiler lagi :p).
Mari ke Big Coffee :)
| Mari makan... ;) |
| enak dimakan selagi panas... :) |
| patner makan enak, wkwkwkwk :)) |
Jumat, 16 Agustus 2013
Ontbijkoek
Bismillah,
Sudah lama ga nge-blog, pemalas banget akhir-akhir ini dalam hal menulis blog. Mood nge-blognya ga tau nyangkut di mana, hehehe... Padahal banyak banget rasanya hal yang bisa dan ingin saya bagi, tapi kalau mood nya emang ga dapet ya ga bisa diapa-apain. Dan sekarang, pingin posting-posting lagi. Dimulai dari posting resep kue aja kali ya... Postingan yang lain biar menyusul belakangan.. InsyaAllah. :)
Resep kue yang mau dibagi kali ini adalah resep 'Ontbijkoek'. Mengapa harus ontbijkoek?? Karena pas lebaran kemarin saya benar-benar sukses bikin kue yang satu ini. Selain mudah, kue ini ternyata memiliki rasa yang pasti memikat lidah yang memakannya. Buktinya, saya sampai bikin 6 loyang kue (uk diameter 22 cm) dan kesemuanya habis dalam waktu sekejap. Dahsyat bin cetarrrr!!! :D
Awal mula memutuskan membuat kue ini sebagai kue lebaran, juga ada ceritanya loh. Tadinya saya mau di lebaran kali ini ada kue basahnya juga, jangan cuma kue kering aja. Sempat terpikir pingin lapis legit aja, tapi tentu saja harus membeli, bukan hasil bikinan sendiri, karena saya masih belum mampu untuk membuat kue-kue yang rumit macam lapis legit. Dan yang namanya membeli, tentu harus mengeluarkan uang yang agak banyak, padahal niat saya kan mau berhemat. Akhirnya lapis legit batal!
Sayapun memutar otak, kira-kira kue apa yang bisa saya eksekusi sendiri tapi rasanya tetap istimewa. Sempat mau bikin Cheese Cake lagi seperti tahun kemarin, tapi rasanya pingin sesuatu yang baru, bukan pengulangan tahun kemarin. Kemudian, saya mencoba searching resep kue lebaran via mbah google. Nemu beberapa resep yang di antaranya menyebutkan resep Cake Mentega Kurma. Kayaknya enak tuh, apalagi banyak stok kurma sisa bulan puasa kemarin. Tapi entah kenapa, saya koq pinginnya kue yg rasanya lebih khas lagi ya? Tiba-tiba pingin kue dengan rasa rempah dan tentu saja bumbu spekuk lah yang pertama terbayang di lidah saya. Cari punya cari, ketemu resep kue yang saya maksud. Dan nama kue itu adalah ONTBIJKOEK.
Ontbijkoek adalah kue yang berasal dari negeri Belanda. Teksturnya keras karena resep aslinya tidak menggunakan mentega. Makanya untuk memakan ontbijkoek ini, biasanya dimakan sambil dicelup ke dalam teh atau susu hangat. Namun, seiring waktu, ternyata ontbijkoek ini mulai dimodifikasi menjadi sponge cake, Ini dia nih yang saya mau.
Reseppun saya dapat dan ternyata bahan-bahan untuk membuat ontbijkoek ini sangat mudah di dapat. Ga percaya?? Yukk simak resepnya.
ONTBIJKOEK
Bahan A:
125 gr tepung terigu protein rendah (yang protein sedang juga bisa)
1 sdt bumbu spekuk (rata aja ya, ga usah penuh)
1 sdt bubuk kayu manis (rata juga, ga usah 1 sdt penuh)
Bahan B:
5 butir telur utuh
1 kuning telur (jadi total, telurnya ada 6 ya)
100 gr gula palem
2 sdm gula pasir
Bahan C:
50 gr mentega yang dicairkan
65 ml santan instan
Bahan D:
Kacang almond secukupnya untuk taburan
Cara Membuat:
1. Olesi loyang tulban diameter 22 cm dengan mentega, sisihkan
2. Ayak bahan A, lalu sisihkan
3. Kocok bahan B menggunakan mixer kecepatan sedang sampai adonan mengental dan meninggalkan jejak. Matikan mixer.
4. Panaskan oven pada suhu 190 derajat celcius selama kurang lebih sepuluh menit menggunakan api bawah saja
5. Masukkan Bahan A yang telah diayak, sedikit demi sedikit sambil diaduk balik. Aduk rata sampai Bahan A habis.
6. Masukkan Bahan C sedikit demi sedikit, melalui pinggir mangkok sambil diaduk balik.
7. Tuang semua adonan ke dalam loyang, taburi atasnya dengan bahan D
8. Masukkan ke dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya. Panggang selama 30 menit pada suhu 190 derajat celcius menggunakan api bawah
9. Cek kematangan menggunakan tusuk gigi, apabila tidak ada adonan yang menempel di tusuk gigi, maka kue sudah matang dan siap disajikan.
Mudah kan?? Dan rasanya benar-benar istimewa!!! Yang pertama icip, pasti ga mampu kalau cuma icip satu potong. Bawaannya pingin nambah mulu. Waktu pertama kali bikin aja, kuenya ga bertahan lebih dari 1 jam, langsung ludes. Maka nya saya sampai bikin 6 loyang. Bahkan kakak saya yang datang dari Amuntai, juga pesan kue ini ke saya biar dibawa pulang buat mertuanya. Soalnya kue ini beneran istimewa. Sederhana tapi ngangenin.
Hayuk dicoba yukk.. Moga bermanfaat ya.. ^_^
NB: Resep di atas, aslinya adalah resep yang saya dapat dari internet, namun ada beberapa hal yang saya ubah. Jadi, resep di atas adalah resep yang kemarin saya terapkan di dapur saya. :)
Sudah lama ga nge-blog, pemalas banget akhir-akhir ini dalam hal menulis blog. Mood nge-blognya ga tau nyangkut di mana, hehehe... Padahal banyak banget rasanya hal yang bisa dan ingin saya bagi, tapi kalau mood nya emang ga dapet ya ga bisa diapa-apain. Dan sekarang, pingin posting-posting lagi. Dimulai dari posting resep kue aja kali ya... Postingan yang lain biar menyusul belakangan.. InsyaAllah. :)
Resep kue yang mau dibagi kali ini adalah resep 'Ontbijkoek'. Mengapa harus ontbijkoek?? Karena pas lebaran kemarin saya benar-benar sukses bikin kue yang satu ini. Selain mudah, kue ini ternyata memiliki rasa yang pasti memikat lidah yang memakannya. Buktinya, saya sampai bikin 6 loyang kue (uk diameter 22 cm) dan kesemuanya habis dalam waktu sekejap. Dahsyat bin cetarrrr!!! :D
Awal mula memutuskan membuat kue ini sebagai kue lebaran, juga ada ceritanya loh. Tadinya saya mau di lebaran kali ini ada kue basahnya juga, jangan cuma kue kering aja. Sempat terpikir pingin lapis legit aja, tapi tentu saja harus membeli, bukan hasil bikinan sendiri, karena saya masih belum mampu untuk membuat kue-kue yang rumit macam lapis legit. Dan yang namanya membeli, tentu harus mengeluarkan uang yang agak banyak, padahal niat saya kan mau berhemat. Akhirnya lapis legit batal!
Sayapun memutar otak, kira-kira kue apa yang bisa saya eksekusi sendiri tapi rasanya tetap istimewa. Sempat mau bikin Cheese Cake lagi seperti tahun kemarin, tapi rasanya pingin sesuatu yang baru, bukan pengulangan tahun kemarin. Kemudian, saya mencoba searching resep kue lebaran via mbah google. Nemu beberapa resep yang di antaranya menyebutkan resep Cake Mentega Kurma. Kayaknya enak tuh, apalagi banyak stok kurma sisa bulan puasa kemarin. Tapi entah kenapa, saya koq pinginnya kue yg rasanya lebih khas lagi ya? Tiba-tiba pingin kue dengan rasa rempah dan tentu saja bumbu spekuk lah yang pertama terbayang di lidah saya. Cari punya cari, ketemu resep kue yang saya maksud. Dan nama kue itu adalah ONTBIJKOEK.
| Ontbijkoek |
Ontbijkoek adalah kue yang berasal dari negeri Belanda. Teksturnya keras karena resep aslinya tidak menggunakan mentega. Makanya untuk memakan ontbijkoek ini, biasanya dimakan sambil dicelup ke dalam teh atau susu hangat. Namun, seiring waktu, ternyata ontbijkoek ini mulai dimodifikasi menjadi sponge cake, Ini dia nih yang saya mau.
Reseppun saya dapat dan ternyata bahan-bahan untuk membuat ontbijkoek ini sangat mudah di dapat. Ga percaya?? Yukk simak resepnya.
ONTBIJKOEK
Bahan A:
125 gr tepung terigu protein rendah (yang protein sedang juga bisa)
1 sdt bumbu spekuk (rata aja ya, ga usah penuh)
1 sdt bubuk kayu manis (rata juga, ga usah 1 sdt penuh)
Bahan B:
5 butir telur utuh
1 kuning telur (jadi total, telurnya ada 6 ya)
100 gr gula palem
2 sdm gula pasir
Bahan C:
50 gr mentega yang dicairkan
65 ml santan instan
Bahan D:
Kacang almond secukupnya untuk taburan
Cara Membuat:
1. Olesi loyang tulban diameter 22 cm dengan mentega, sisihkan
2. Ayak bahan A, lalu sisihkan
3. Kocok bahan B menggunakan mixer kecepatan sedang sampai adonan mengental dan meninggalkan jejak. Matikan mixer.
4. Panaskan oven pada suhu 190 derajat celcius selama kurang lebih sepuluh menit menggunakan api bawah saja
5. Masukkan Bahan A yang telah diayak, sedikit demi sedikit sambil diaduk balik. Aduk rata sampai Bahan A habis.
6. Masukkan Bahan C sedikit demi sedikit, melalui pinggir mangkok sambil diaduk balik.
7. Tuang semua adonan ke dalam loyang, taburi atasnya dengan bahan D
8. Masukkan ke dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya. Panggang selama 30 menit pada suhu 190 derajat celcius menggunakan api bawah
9. Cek kematangan menggunakan tusuk gigi, apabila tidak ada adonan yang menempel di tusuk gigi, maka kue sudah matang dan siap disajikan.
Mudah kan?? Dan rasanya benar-benar istimewa!!! Yang pertama icip, pasti ga mampu kalau cuma icip satu potong. Bawaannya pingin nambah mulu. Waktu pertama kali bikin aja, kuenya ga bertahan lebih dari 1 jam, langsung ludes. Maka nya saya sampai bikin 6 loyang. Bahkan kakak saya yang datang dari Amuntai, juga pesan kue ini ke saya biar dibawa pulang buat mertuanya. Soalnya kue ini beneran istimewa. Sederhana tapi ngangenin.
Hayuk dicoba yukk.. Moga bermanfaat ya.. ^_^
NB: Resep di atas, aslinya adalah resep yang saya dapat dari internet, namun ada beberapa hal yang saya ubah. Jadi, resep di atas adalah resep yang kemarin saya terapkan di dapur saya. :)
| Ontbijkoek spesial di hari lebaran |
Jumat, 31 Mei 2013
Zuppa Zion Cafetaria
Bismillah,
Zuppa Soup - salah satu jenis sup ini tentu bukan berasal dari Indonesia, tapi nampaknya sudah begitu familiar di lidah orang Indonesia. Buktinya, banyak sekali cafe atau tempat makan yang menyajikan menu ini. Sayapun termasuk salah satu penggemar Zuppa Soup. Saya suka rasa cream yang gurih dengan potongan jamur dan ayam serta pastry renyah, membuat saya sering kangen dengan masakan yang satu ini.
Masih seputar Zuppa Soup, beberapa waktu yang lalu saya sempat melihat sebuah tempat makan yang menarik perhatian saya. Nama tempat makan tersebut adalah Zuppa Zion Cafetaria. Yang konon katanya merupakan cabang dari Rumah Zuppa Yogyakarta. Yang membuat saya tertarik adalah tentu dari kata Zuppa nya itu, belum lagi ada embel-embel: "Surganya Pasta Gio". Tambah penasaran lah saya. Maka sore kemarinpun, saya ke sana.
Sesampainya di Zuppa Zion Cafetaria, saya sudah menyukai tempatnya. Tempatnya enak dan cantik, walaupun terkesan kecil. Cuma ada 8 meja (4 meja di luar dan 4 meja di dalam), tapi saya merasa nyaman aja di tempat ini karena mungkin penataan dan dekorasinya yang bikin nyaman.
Kamipun mulai membuka buku menu dan lumayan terkejut dengan banyaknya menu yang ditawarkan dan dengan harga yang sangat-sangat murah!!! Mau tau menu apa saja yang ditawarkan di tempat ini? Berikut yang bisa saya bagi di sini
Dengan range harga untuk makanannya sekitar Rp. 6.000 s.d Rp. 15.000. Sedangkan untuk minumannya sekitar Rp. 1.500 s.d Rp. 8.000. Murah meriah sangat kan?? :D
Alhasil saya jadi bingung mau pesan apa. Tapi karena memang udah ngincer Zuppa Soup, maka saya pun memesan Zuppa Soup Ayam dan Es Jeruk dengan tambahan Kentang Goreng. Tak lama, kentang goreng dan es jeruk nya datang, dan kami malah mendapat tambahan potongan semangka free. Waaa, Zuppa Zion baik deh.. :D
Tak lama, yang ditunggu-tunggu datang juga. Zuppa Soup ayam siap disantap. Agak sedikit kecewa dengan tekstur Zuppa Soup di tempat ini. Creamy nya ga dapet dan ayamnya bukan potongan ayam dadu-dadu melainkan daging ayam yang disuir. Jadi ga sesuai dengan ekspektasi saya aja. Sedangkan untuk pastrynya sih saya akuin, perfect banget. :)
Penasaran dengan tempat ini dan makanan yang dihidangkannya? Buruan ke Zuppa Zion Cafetaria Banjarbaru yang beralamat di Jl. Karang Anyar No. 51 Loktabat Utara, Banjarbaru.
Zuppa Soup - salah satu jenis sup ini tentu bukan berasal dari Indonesia, tapi nampaknya sudah begitu familiar di lidah orang Indonesia. Buktinya, banyak sekali cafe atau tempat makan yang menyajikan menu ini. Sayapun termasuk salah satu penggemar Zuppa Soup. Saya suka rasa cream yang gurih dengan potongan jamur dan ayam serta pastry renyah, membuat saya sering kangen dengan masakan yang satu ini.
Masih seputar Zuppa Soup, beberapa waktu yang lalu saya sempat melihat sebuah tempat makan yang menarik perhatian saya. Nama tempat makan tersebut adalah Zuppa Zion Cafetaria. Yang konon katanya merupakan cabang dari Rumah Zuppa Yogyakarta. Yang membuat saya tertarik adalah tentu dari kata Zuppa nya itu, belum lagi ada embel-embel: "Surganya Pasta Gio". Tambah penasaran lah saya. Maka sore kemarinpun, saya ke sana.
| Zuppa Zion Cafetaria's Menu |
Sesampainya di Zuppa Zion Cafetaria, saya sudah menyukai tempatnya. Tempatnya enak dan cantik, walaupun terkesan kecil. Cuma ada 8 meja (4 meja di luar dan 4 meja di dalam), tapi saya merasa nyaman aja di tempat ini karena mungkin penataan dan dekorasinya yang bikin nyaman.
| Tempatnya nyaman ;) |
| Salah satu sudut Zuppa Zion Cafetaria |
| Outdoor area of Zuppa Zion Cafetaria |
Kamipun mulai membuka buku menu dan lumayan terkejut dengan banyaknya menu yang ditawarkan dan dengan harga yang sangat-sangat murah!!! Mau tau menu apa saja yang ditawarkan di tempat ini? Berikut yang bisa saya bagi di sini
Untuk makanannya ada:
Zuppa Original
Zuppa Jagung
Zuppa Sosis
Zuppa Bakso
Zuppa Ayam
Zuppa Udang
Zuppa Special Keju
Zuppa Mix
Steak Tempe
Spaghetti
Makaroni
French Fries
Farfalle
Piscok Hot
Piscok Strawberry
Piscok Keju
Untuk minumannya ada:
Kopi Cappucino
Kopi Mix
Kopi Hitam
Lemon Tea
Susu Putih
Susu Coklat
Es Pisang Ijo
Teh Poci
Es Jeruk
Es Teh
Jus Lemon
Jus Jeruk
Jus Wortel
Jus Jambu Biji
Jus Strawberry
Jus Alpukat
Dengan range harga untuk makanannya sekitar Rp. 6.000 s.d Rp. 15.000. Sedangkan untuk minumannya sekitar Rp. 1.500 s.d Rp. 8.000. Murah meriah sangat kan?? :D
Alhasil saya jadi bingung mau pesan apa. Tapi karena memang udah ngincer Zuppa Soup, maka saya pun memesan Zuppa Soup Ayam dan Es Jeruk dengan tambahan Kentang Goreng. Tak lama, kentang goreng dan es jeruk nya datang, dan kami malah mendapat tambahan potongan semangka free. Waaa, Zuppa Zion baik deh.. :D
| Numpang eksis :p |
| Ada Yayuk jugaa.. :) |
Tak lama, yang ditunggu-tunggu datang juga. Zuppa Soup ayam siap disantap. Agak sedikit kecewa dengan tekstur Zuppa Soup di tempat ini. Creamy nya ga dapet dan ayamnya bukan potongan ayam dadu-dadu melainkan daging ayam yang disuir. Jadi ga sesuai dengan ekspektasi saya aja. Sedangkan untuk pastrynya sih saya akuin, perfect banget. :)
| Zuppa Soup ala Zuppa Zion Cafetaria |
| About Zuppa Zion Cafetaria |
Langganan:
Postingan (Atom)