Kamis, 20 September 2012

Kamar no 3

Setelah lebaran id fitri beberapa wkt yg lalu, kali ini adalah kali pertama sy mengawas (lagi). Ngawas proyek SUTT di Satui. Karena mess sudah dihapuskan, maka sy pun (terpaksa) menginap di penginapan. Saking seringnya menginap di penginapan ini, sy jd smcm pelanggan yg diutamakan, hehe.

Karena udh beberapa kali menginap disini, sy jd pernah merasakan beberapa kamar yg berbeda dgn tarif kamar yg sama. Agak aneh memang, mengingat tarifnya sama tp kamarnya tdk persis sama.

Awal pertama, kamar yg sy tempati adalah kamar no. 5. Letaknya di bngunan 1 (penginapan ini memiliki 2 bangunan), pojok kanan paling belakang. Fasilitas yg disediakan adalah AC, tv, kasur spring bed yg buat berdua, lemari pakaian, kamar mandi dalam lngkp dg handuk dan sebatang sabun lifebuoy. Kamarnya berbentuk memanjang dgn ukuran yg tdk terlalu besar.

Kali kedua, sy dberi kamar no. 3, letaknya di bngunan 1, tengah sblh kiri. Fasilitas kmr nya sama dgn kamar no. 5, hny saja ukuran kamar nya lbh besar dan berbentuk persegi. Jujur sy merasa lbh nyaman di kamar no. 3. Dan sbisa mungkn sy pngn nya dtempatkan di kamar no. 3. Tp kdg sy tak selalu beruntung. Pas kmrn penginapan ini lg penuh2nya, dan sy utk pertama kalinya dkasih kamar di bngunan 2 yaitu kamar no. 12. Letaknya di pojok belakang sblh kanan. Dan ternyata kamarnya mirip dgn kamar no. 5. Sy jd mikir, jangan2 kalo yg di pojokan, kamarnya memang sempit gtu, yg disayangkan, tarifnya koq disamakan ya? Walaupun fasilitas sama, harusnya tarifnya dturunin dikit. Menyesuaikan gtu lah maksud sy. Hehe, jd curcol bnget nih :-P

Skrg, alhamdulillah sy kebagian kamar no. 3 lagi. Horee..:-D
Stlh dirasa-rasa, ternyata kamar no. 3 ini memiliki 'kelebihan' yg lain yg mungkn ga ada dkamar yg lain.
Pertama, dr segi posisi. Kamar no. 3 ini memiliki jendela yg hmpir menghadap ke sungai (di blkng pnginapan ini memang ada sungai yg lmyn besar pemirsah :-D). Alhasil, sy bs dgn bebas membuka gordennya tnpa takut ada yg liat atau ngintip ke dalam kamar sy, jd nya kamar no. 3 ini bs memperoleh terang matahari pagi yg tdk bs sy peroleh di kamar no 5 dan 12.
Yg kedua, televisi di kamar no. 3 ada remotenya pemirsah, sedangkan di kamar no. 5 dan 12 ga ada remotenya. Kan susah kalo mau mindah2 chanel. Masa harus bngun dr kasur tiap mau mindah chanel?
Yg ketiga, dr segi pintu. Kamar no 3 ini memiliki grendel atas bawah, selain kunci utama. Jd berasa lbh aman aja ;-)
Yg keempat, entah perasaan sy sj atau memang nyata adanya, sinyal intrnet hp sy lbh kuat dikamar no. 3, walaupun ga kuat2 amat ya dibanding di banjarbaru. Tp mayan lah, bisa buka2 fb bentar sama balas whatsapp kawan2.

Well, sy smakin cinta no. 3 (mulai gajebo :-P). Sampai dgn saat ini, kamar no. 3 masih the best. Kpn2 nyoba kamar lain ga ya? Kalo bs milih sih, ga usah lah, kamar no. 3 saja udh oke lah.. :-)

and i'm already miss my home now :|
hukss, semangat semangat!!!

Kamis, 13 September 2012

paket yang indah

Bismillah...

Alhamdulillah, dalam seminggu ini saya dapat dua paket yang dua-duanya menyenangkan saya. :)

Paket yang pertama adalah paket hadiah dari Poyeng. Beberapa waktu yang lalu saya ikutan GA nya Poyeng dan alhamdulillah menjadi salah satu dari dua pemenang yang beruntung. Hadiah yang dijanjikan pun (1 buah buku knitting) akhirnya menjadi milik saya. Sebelum dibuka, saya sempetin foto dulu nih paketnya :D


Dan ini dia nih buku knittingnya,


Tenkiyuuu berat ya mbk Ajeng selaku yang ngadain GA ini :)

*******************************

Paket yang kedua datang dari kota yang sama dengan paket pertama, yaitu Jogjakarta. Tapi paket yang ini datang dari Yuna. Yuna adalah teman baiknya teman saya (Yayuk). Dan saya mengenal Yuna lewat tulisan-tulisannya di blog Yuna. Blognya cantik, bahkan yang ngajarin saya utak-atik Blogspot ini ya si mbk Yuna ini. :)

Setelah kemarin sempat kopdar dengan Yuna waktu saya backpacker-an ke Malang-Solo-Jogja, rupanya Yuna ingin memberikan sebuah 'kenang-kenangan' untuk saya dan Yayuk. Jauh-jauh hari Yuna sudah mengatakan niatannya tersebut. Kamipun (saya dan Yayuk) mulai menebak-nebak, kira-kira Yuna ngasih apaan ya?? Secara Yuna itu kreatif dan Jogja sangat terkenal dengan benda-benda dan makanan uniknya. Yayuk nebaknya, kalau Yuna bakalan ngasih coklat Monggo, itu loh coklat yang katanya sih uenak banget yang jualannya cuma di Jogja sana. Tapi saya cenderung menebak kalau Yuna bakalan ngasih sesuatu yang merupakan hasil karya tangan Yuna sendiri. Yayuk pun mulai mengalihkan tebakannya dengan menebak, kalau Yuna bakalan ngasih baju daster bikinan Yuna sendiri karena menurut Yayuk, Yuna itu lagi geto-getolnya belajar menjahit. Eh, saya iseng aja nebak, jangan-jangan Yuna ngasih lukisan karena Yuna ini emank jago melukis. Lukisannya bagus, orisinil gitu deh. Dulu aja Yuna kan pernah melukis saya, Yayuk, Yuna, Awir dan Raminten di blog nya waktu dia menuliskan kisah pertemuan kopdar kami kemarin. Gambar tersebut sampai saya simpan di laptop saya. Ini loh gambarnya...


Daannnn barusan paket dari Yuna akhirnya nyampe di genggaman kami. Penasaran banget liat paketnya yang dibungkus rapi banget sama Yuna.



Setelah membuka paket dengan sedikit tergesa-gesa karena penasaran maka eng ing eeeeengggg, ternyata tebakan saya sedikit benar euy...
Hadiah dari Yuna sungguh sangat cantik. Yuna memberikan kami masing-masing sebuah jam meja yang ternyata dibuat dari lukisan tangan Yuna. Dan lukisan tersebut tak lain dan tak bukan adalah lukisan waktu kami kopdar dulu. Huaaa senangnya.... Makasih ya Yun..





Saya dan Yayuk pun langsung bernarsis ria dengan jam baru yang cantik itu.. Langsung foto-foto di kantor. Mumpung kantornya sepi. Hehehe..



Sekali lagi, ucapan terima kasih yang tak terhingga saya haturkan untuk mbk Ajeng atas hadiah buku knittingnya, insyaAllah manfaat.
Juga untuk Yuna, atas hadiah jam cantiknya, insyaAllah manfaat dan tentu saja menjadi kenangan tersendiri buatku.. Moga Yuna selalu sehat begitu juga dengan baby Z yang masih dalam peyut. Amin ;)

Jumat, 07 September 2012

Blindfolded Solving Rubik 3x3

Bismillah,

Sebelumnya saya sudah pernah menuliskan tentang BLD Rubik, dan ternyata tulisan saya tersebut adalah postingan saya yang paling banyak viewer nya dibandingkan dengan postingan-postingan saya yang lainnya. Jadi terpikir untuk kembali menulis tentang BLD rubik ini, namun tentu dengan tulisan yang (insyaAllah) lebih lengkap dan jelas, terutama mengenai permutasinya. Apalagi setelah banyak comments di tulisan saya tersebut yang menanyakan tentang detilnya cara solving rubik dengan ditutup mata, maka dengan ini akan saya coba untuk menuliskannya lebih baik lagi.
Tulisan ini dibuat berdasarkan buku punya-nya adik saya yang secara khusus belajar BLD Rubik, ditambah dengan pemikiran saya sendiri sebagai yang nulis tulisan ini – yang dulunya juga pernah belajar BLD Rubik – tapi ada kemungkinan sedikit lupa (makanya, perlu dibantu dengan buku yg saya maksud di atas, hehehe), soalnya udah lama banget ga main BLD Rubik :D

Oke, ini dia tentang Blindfolded Rubik 3x3

Blindfolded solving atau BLD dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan scramble terhadap rubik secara acak (tidak direkayasa), kemudian melakukan memorisasi terhadap kondisinya yang teracak. Setelah itu barulah kita menutup mata dan melakukan gerakan-gerakan penyelesaian pada rubik. Untuk mengingat kondisi rubik yang teracak, sebenarnya kita hanya perlu menghafal sekitar 20 huruf secara berurutan. Jika kita mampu menghafal huruf-huruf seperti ini: QJOC UWAF NBSK LQAF SGMO, maka kita mampu melakukan BLD. BLD terkesan seperi sulap, padahal bukan. Tidak ada unsur penipuan, semua benar-benar dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan otak. Metode dalam BLD terbagi menjadi metode memorisasi dan metode penyelesaian. Keduanya adalah hal yang harus kita kuasai secara terpisah

M E T O D E M E M O R I S A S I

Memang dalam melatih memorisasi adalah hal yang paling sulit untuk pemula dalam BLD. Sayapun sempat mengalami kesulitan, bahkan saya sempat mual sampai mau muntah karena terlalu ‘memaksakan’ diri ketika mau mencoba BLD. Untuk itu, saran saya bagi yang pingn nyoba BLD, cobalah menggunakan bantuan selembar kertas untuk menulis seluruh list cycle kemudian mencoba menyelesaikan dengan mata terbuka terlebih dahulu. Setelah dirasa cukup lancar, baru cobalah melakukan beberapa item dengan menutup mata. Dari beberapa metode di bawah ini, pilihlah yang terbaik untuk memorisasinya yang bisa kita lakukan masing-masing.

A. DIRECT VISUAL
Merupakan metode memorisasi yang paling sederhana namun sulit untuk dilakukan, apalagi untuk pemula. Meskipun demikian, memorisasi visual dapat sangat cepat apabila dilatih. Beberapa BLD-ers top dunia menggunakan metode visual. Kelemahannya, hanya cocok untuk memorisasi jangka pendek karena sifatnya yang gampang dilupakan. Kurang cocok diterapkan untuk Multiple Blindfolded.
Menggunakan metode ini, caranya cukup mengingat urutan lokasi stiker yang menjadi target kita dengan cara membayangkan rute stiker secara visual. Selain itu, kita juga dapat membayangkan garis-garis imajiner yang menghubungkan antarlokasi dan membentuk suatu bangun. Hal ini bisa dibantu dengan metode tapping atau menyentuh stiker-stiker saat memorisasi atau membayangkan stiker-stiker tersebut menyala seperti lampu ketika disentuh.
Tidak diperlukan waktu yang lama untuk memahami metode ini, namun diperlukan waktu latihan yang sangat banyak untuk terbiasa serta akurat dan cepat dengannya. Maka dari itu, metode ini menjadi bukan pilihan saya. :)

B. ALFABET atau ANGKA (LETTER PAIR)
Dalam aplikasinya, letter based memiliki berbagai variasi:
a. Pure Letter --- menghafalkan langsung huruf, misalkan QJOC UWAF NBSK LQAF SGMO.
b. Syllable Letter --- menamai piece dengan suku, misalnya Ha-Na-Ca-Ra-Ka
c. Latter Pair Word --- membuat perbendaharaan kata dari setiap dua huruf yang kita dapatkan.
Misalnya, BDMK dihapalkan sebagai BuDi MaKan
d. Number --- menggunakan Angka menggantikan Huruf
e. LP 11 – LP yang biasanya terdapat 22 huruf, dan kebanyakan huruf-huruf tersebut susah untuk dirangkai jadi kata-kata (contohnya Q, X, Y, Z). Oleh sebab itu, LP-11 hanya menggunakan 11 huruf, yaitu BDFG – JKMP – RTVW. Berikut ini contoh eksekusi dan perangkaian kalimatnya: BA – DA – GI – TA – KU – MI – PU – SI – NA – LA – JU. Dapat dibaca jadi BA-Dan GI-Tar KU-MIs PU-Sing NA-LAr JUa. Ada banyak kombinasi kalimat yang bisa dibuat, misalnya: JA – HI bisa jadi JAu – HI atau JA – HE, TA – GA bisa jadi TA – nGAn atau TAng – GAp.

C. PAO (Person Action Object)
Setiap stiker diber nama orang, aktivitasnya, dan objek. Misalnya cycle stiker (UF-UR-FL. UF memiliki person “Budi”, action “membaca”, object “buku”.

D. Image Based
Setiap stiker akan kita berikan suatu image tertentu untuk mewakilinya, image ini dapat berupa orang, benda, atau suatu aktivitas.

Kalau saya cenderung menggunakan Alfabet atau Angka (Letter Pair), yakni yang pure letter. Soalnya waktu diajarin sama adek saya, memang seperti itu jadinya saya terbiasa menggunakan metode pure letter untuk me-memorisasi kubus yang teracak.





WARNA DAN POSISI

Kita mulai dengan mengenal masing-masing potongan kubus.
Untuk posisi,
Up = U (atas)
Down = D (bawah)
Left = L (kiri)
Right = R (kanan)
Back = B (belakang)
Front = F (depan)

Adapun sebutan untuk sisi-sisi kubus yaitu dengan Merah di depan sebagai Front maka:
F = Merah
U = Kuning
B = Oranye
L = Biru
R = Hijau
D = Putih

Jadi misalkan jika pada sebuah rubik yang solved, posisi UR adalah Kuning Hijau, posisi RU adalah Hijau Kuning, dan begitu seterusnya.




M E T O D E P E N Y E L E S A I A N

OLD POCHMANN

Kunci menyelesaikan rubik dengan mata tertutup, yaitu meletakkan piece satu demi satu ke tempatnya yang benar TANPA mengubah piece yang tidak ingin dipindahkan dengan teknik PLL yang hanya merubah piece di LAPIS/LAYER TERATAS tanpa mengubah kondisi dua lapis di bawahnya.

Metode Old Pochmann ini merupakan metode yang paling mudah dan sederhana untuk dipelajari oleh orang yang baru ingin mempelajari BLD. Salah satu alasannya adalah karena metode ini menggunakan algoritma PLL (J1, J2, R1, T, Y) yang selama ini selalu digunakan untuk solve mata terbuka.

Dalam metode Old Pochmann, kita akan menyelesaikan rubik dengan membagi ke dalam dua bagian, yaitu EDGE dan CORNER yang diselesaikan secara terpisah.

Pada dasarnya metode ini menukar posisi dua piece. Satu piece adalah sebagai “BUFFER” atau tempat menampung piece yang akan DITEMBAKKAN, satu piece yang akan DITEMBAKKAN akan digunakan sebagai TARGET. Piece yang salah yang terletak pada Buffer Position, akan ditembakkan dengan permutasi PLL Pochmann ke piece Target tempat piece yang salah tersebut seharusnya berada.


BUFFER POSITION & PERENCANAAN SIKLUS

Buffer sebagai tempat menampung piece untuk EDGE, SELALU berada pada posisi Atas Kanan (UR) dan stikernya berwarna Kuning-Hijau. Sedangkan dalam penyelesaian CORNER, buffer positionnya yakni di posisi atas-kiri-belakang (ULB) atau corner di antara Kuning, Biru, dan Oranye. Warna stiker yang LEBIH PENTING untuk EDGE dan CORNER adalah warna stiker yang akan MENEMBAK yang berada pada POSISI U (Atas) dan dibaca searah jarum jam.

Sebagai contoh, terdapat sebuah posisi piece yang salah yang berada pada posisi BUFFER atau tempat menampung piece yang salah. Kemudian, terdapat tiga pilihan TARGET, yaitu SEBERANG, SERONG KIRI, ataupun SERONG KANAN. Untuk mengeksekusi piece berada di SEBERANG buffer piece, gunakan permutasi T. Untuk posisi piece berada di SERONG KANAN buffer piece, gunakan permutasi J1. Untuk posisi piece berada di SERONG KIRI buffer piece, gunakan permutasi J2.

Jadi POSISI stiker yang akan MENEMBAK adalah POSISI UR dengan stiker Kuning-Hijau, dan yang akan DITEMBAK adalah stiker Kuning-Biru di seberangnya. Kesimpulannya, piece Kuning-Biru adalah posisi yang akan DITEMBAK, bukan Biru-Kuning. Jika WARNA biru sebagai stiker yang akan DITEMBAK, diberi nama (Biru) Kuning dan POSISI disebut (L)U. INGAT, WARNA stiker berbeda dengan POSISI piece.

JADI, buffer position adalah sebuah tempat di mana sebuah piece akan ditembakkan ke tempat sasaran. Dalam penyelesaian EDGE, buffer positionnya adalah edge antara sisi kanan dan sisi atas rubik atau posisi UR (Up Right), sedangkan dalam penyelesaian CORNER, buffer positionnya adalah corner di antara Kuning, Hijau, dan Oranye, yakni di atas-kiri-belakang (ULB). Buffer atau buffer piece adalah sebuah piece (edge maupun corner) yang merupakan piece yang BENAR untuk menempati buffer position. ARTINYA, piece yang harus diletakkan di buffer position tidak boleh buffer yang asli yaitu UR. Akan tetapi, piece lain yang harus diberikan kesempatan menempati bufferposition agar bisa digunakan untuk menembak ke tempat atau posisi yang benar sesuai warna yang akan ditembakkan, untuk kemudian barulah buffer piece menempati buffer position pada saat terakhir.

Pada dasarnya, konsep MERENCANAKAN SIKLUS dalam metode Original Pochmann menggunakan UR sebagai buffer position, kita akan merencanakan siklus dari kondisi cube yang telah teracak. Dengan menjadikan warna pada posisi U dalam UR sebagai WARNA DAN POSISI yang LEBIH PENTING, kita akan merencanakan siklus dengan mengurutkan WARNA DAN POSISI yang LEBIH PENTING tersebut mulai dari posisi U dalam UR ke posisinya yang benar, sebelumnya kita harus melakukan SETUP MOVE agar posisi tersebut berada pada posisi yang siap untuk ditembak. Setelah itu, jangan lupa meng-UNDO SETUP MOVE agar cube dapat kembali ke posisinya semula sesuai urutan dalam memorisasi.



PERMUTASI & ALGORITMA

Sebagai dasar dari metode Pochmann, kita harus benar-benar menghafal 7 permutasi pada PLL yang terbagi 3 Permutasi untuk Edge dan 4 Permutasi untuk Corner.
EDGE
Permutasi T ===> R U R’ U’ R’ F R2 U’ R’ U’ R U R’ F’
Permutasi J1 ===> R’ U2 R U R’ U2 L U’ R U L’
Permutasi J2 ===> R U R’ F’ R U R’ U’ R’ F R2 U’ R’ U’

CORNER
Permutasi Y ===> F R U’ R’ U’ R U R’ F’ R U R’ U’ R’ F R F’
Permutasi Y minus F ===> R U’ R’ U’ R U R’ F’ R U R’ U’ R’ F R
Permutasi J1 ===> U R’ U2 R U R’ U2 L U’ R U L’ U’
Permutasi J2 ===> U2 R U R’ F’ R U R’ U’ R’ F R2 U’ R’ U


SETUP DAN UNDO SETUP

INGAT tentang algoritma dalam menembak EDGE, algoritma tersebut akan menukarkan corner di samping buffer position. Artinya selama eksekusi edge dengan mata tertutup, kedua corner di samping buffer position yang sebenarnya tidak boleh berpindah tempat atau berpindah tanpa dikembalikan ke tempatnya semula. Corner-corner tersebut terletak di U, F, B, R. jadi, selama melakukan setup move, kita tidak boleh melakukan gerakan U, F, B, R apalagi u, f, b, r. Melakukan GERAKAN TERLARANG berarti merusak letak corner di samping buffer position. Pada akhirnya, untuk EDGE gerakan kita hanya terbatas dan kita hanya bisa melakukan gerakan D dan L beserta arah sebaliknya. Sedangkan untuk corner, gerakan kita hanya dibatasi gerakan F, D, R.

Buffer position atau piece yang dihighlight tidak boleh diubah posisinya ataupun dirusak. GERAKAN TERLARANG serta gerakan apapun yang TIDAK MENGEMBALIKAN posisinya seperti semula tidak diperbolehkan. Oleh sebab itu, perlu diingat untuk gerakan yang diperbolehkan hanyalah gerakan D, L, d, l beserta arah sebaliknya. Kemudian, untuk piece dalam posisi yang salah, agar dapat ke posisinya yang benar, sebelumnya kita perlu mengubahnya KESEBERANG, SERONG KIRI, maupun SERONG KANAN dari buffer piece agar selanjutnya bisa kita TEMBAK dengan berbagai pilihan permutasi. Adapun gerakan untuk mengubah piece yang salah dinamakan SET UP. Namun, setelah kita melakukan SET UP, kita perlu mengembalikan posisinya seperti semula agar posisi highlight tidak rusak, gerakan tersebut dinamakan UNDO SET UP. Gerakan tersebut disebut UNDO karena kita tinggal melakukan gerakan yang berlawanan dengan gerakan SET UP, misalkan gerakan SET UP L, maka untuk UNDO SET UP kita hanya perlu melakukan gerakan L’.

Setelah posisi piece yang salah telah berada di antara ketiga pilihan tempat tersebut, yaitu SEBERANG, SERONG KIRI, ataupun SERONG KANAN, barulah kemudian kita dapat mengeksekusi piece dengan tiga pilihan permutasi EDGE, yaitu untuk posisi piece berada di SEBERANG buffer piece, gunakan permutasi T. Untuk posisi piece berada di di SERONG KANAN buffer piece, gunakan permutasi J1. Untuk posisi piece berada di SERONG KIRI buffer piece, gunakan permutasi J2.

Sesungguhnya semua gerakan SET UP dapat dilakukan secara intuitif dan menggunakan logika. Oleh sebab itu, jika kita kesulitan untuk menghafalkan gerakan SET UP dan UNDO SET UP, kita bisa mencari sendiri gerakan-gerakan untuk memposisikan piece yang salah agar dapat dieksekusi dengan 3 pilihan permutasi. Gunakan logika dan intuisi kita untuk melakukan SET UP dan UNDO SET UP MOVE.








POCHMANN CORNER

Pada dasarnya metode Corner Pochmann menukar posisi dua piece. Satu piece adalah sebagai BUFFER atau tempat MENAMPUNG piece yang akan DITEMBAKKAN, satu piece yang akan DITEMBAKKAN akan digunakan sebagai TARGET. Piece yang salah yang terletak pada buffer position, akan ditembakkan dengan permutasi PLL Pochmann ke piece target tempat piece yang salah tersebut seharusnya berada.

Buffer sebagai tempat menampung piece untuk CORNER, SELALU berada pada posisi atas-kiri-belakang (ULB) atau corner di antar Kuning, Biru, Oranye. Warna stiker yang LEBIH PENTING untuk CORNER adalah warna stiker yang akan MENEMBAK yang berada pada POSISI U (Atas) dan dibaca searah jarum jam.

Buffer atau buffer piece adalah sebuah piece yang merupakan piece yang BENAR untuk menempati buffer position. ARTINYA, piece yang harus diletakkan di buffer position tidak boleh buffer yang asli yaitu ULB. Akan tetapi, piece lain yang harus diberikan kesempatan menempati buffer position agar bisa digunakan untuk menembak ke tempat atau posisi yang benar sesuai warna yang akan ditembakkan, untuk kemudian barulah buffer piece menempati buffer position pada saat terakhir. Sedangkan untuk set up dan undo set up corner, gerakan kita hanya dibatasi gerakan F, D, dan R.




BREAKING INTO NEW CYCLE

Pada prakteknya, seringkali kita akan mendapatkan buffer piece di tengah silus, saat masih ada piece yang belum kembali ke tempatnya. Buffer bisa masuk ke tempatnya semula baik dalam kondisi yang benar yaitu Kuning-Biru (UR) ataupun dalam kondisi flipped atau terbalik (biru berada di atas), tetapi buffer piece yang masuk ke buffer position dalam keadaan terbalik tetaplah buffer piece. Pada prinsipnya, jika ada buffer piece yang masuk sesuai tempatnya di buffer position sementara piece lain masih banyak yang belum sesuai tempatnya maka dinamakan buffer yang salah dan kita harus menempatkan buffer yang salah ini ke posisi lain ke tempat di mana ada piece yang masih salah posisinya. Hal ini dinamakan “Menyimpan Buffer Piece atau Membuat Siklus Baru (breaking into new cycle)”

Selain itu, ada 4 algoritma untuk kasus breaking into new cycle atau membuat siklus baru, yaitu MONOFLIP atau algoritma yang dapat memutar piece di tempatnya tanpa mengubah piece lain.

EDGE MONOFLIP:
Vertikal Edge Monoflip ===> (M’ U)3 M’ U2 (M’ U)3 M’
Horizontal Edge Monoflip ===> (U M’)3 U2 (M U)3

CORNER MONOFLIP
Clockwise Monoflip ===> (R U R’ U’)2 L’ (U R U’ R’)2 L
Counter Clockwise Monoflip ===> (U R U’ R’)2 L’ (R U R’ U’)2 L


PARITY OLD POCHMANN

Parity di metode Pochmann adalah kondisi sebuah 2-cycle. Jika target berjumlah genap, maka eksekusi algoritma permutasi juga akan berjumlah genap, yang berakibat 2 piece di buffer area yang ditukar tadi akan kembali ke posisinya semula. Akan tetapi jika target berjumlah GANJIL, maka kedua piece tadi akan tertukar posisinya. Jadi misalkan apabila kita melakukan permutasi untuk menembak edge selain menukar UR dengan UL kita juga akan merubah URF dan UBL. Apabila kita melakukan permutasi tersebut sebanyak dua kali (genap), maka URF dan UBL akan kembali ke posisinya semula. Jika kita melakukannya sebanyak tiga kali (ganjil), maka URF dan UBL akan tertukar lagi. Hal ini tidak bisa dihindari karena tidak ada algoritma yang hanya menukar dua piece pada sebuah rubik (monoflip bukan menukar, melainkan memutar dua piece di tempatnya).

Jika mendapatkkan jumlah target yang GANJIL pada edge, maka kita harus menembak atau melakukan permutasi berjumlah ganjil pula. Bila kita melakukan permutasi dalam jumlah ganjil, corner URF dan UBL akan tertukar di akhir tahap shooting edge. Ini adalah kondisi yang tidak bisa kita acuhkan karena berarti kondisi corner tidak sama lagi dengan siklus yang telah kita hafalkan di awal saat memorisasi.

Oleh sebab itu, di akhir solving edge, setelah melakukan seluruh shooting edge dan SEBELUM melakukan shooting corner, perlu dilaksanakan sebuah permutasi untuk menyimpan posisi yang berguna membetulkan buffer yang saling tertukar jika kita mendapatkan jumlah target yang GANJIL.

Permutasi R1 ===> U R U2 R’ U2 R B’ R’ U’ R U R B R2’

Kamis, 30 Agustus 2012

[lomba giveaway] cerita klappertaartku

Bismillah,

Semua episode memasak bagi saya selalu meninggalkan kesan dan cerita tersendiri buat saya. Soalnya saya bisa dibilang jarang masak sih, padahal saya sukaaa sekali masak. Suka pada prosesnya dari berburu bahan-bahan sampai dengan mengolahnya menjadi makanan yang bisa dinikmati oleh orang-orang tercinta. Seperti ada kepuasan tersendiri melihat makanan tersebut sukses tersaji dengan penampilan dan rasa yang diusahakan se-aduhai mungkin.

Salah satu cerita masak yang meninggalkan kesan yang mendalam buat saya adalah ketika memasak klappertaart. Soalnya pada awal nyoba saya sempat gagal masaknya, padahal sudah susah payah nyari bahan-bahannya. Tapi saya ga pantang menyerah, mencoba lagi di kali kedua dengan persiapan dan resep yang lebih baik :D



Oiya, pernah dengar tentang Klappertaart ga?? Itu loh, kue khas dari Manado, berbahan dasar kelapa muda yang rasanya aduhai uenaaakk bangetttt. Manis-manis gimana gituu, dengan aroma kayu manis dan irisan daging kelapa muda serta taburan kismis menambah sempurna rasa kue ini, pokoknya bikin nagih dan bikin pingin nyendokin si klappertaart terus, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulut, huhuhu.. yummmyyy...

Karena di Banjarbaru ga ada yang jual klappertaart, maka saya dan teman dikantor (Yayuk) sepakat untuk mencoba membuatnya sendiri, tentu saja berbekal resep yang didapat dari internet. Dan untuk membuat klappertaart ini, alat yang paling penting adalah oven dan mixer. Karena kami ga punya dua alat ini, akhirnya kamipun meminjam sana-sini dan syukurnya ada aja yang mau minjemin, hehehe. Alhamdullillah, sekarang saya udah punya kedua alat tersebut, jadi ga perlu pinjam-pinjam lagi kalau mau masak klappertaart.

Setelah alat sudah siap dan resep udah ada di tangan, maka kamipun mulai mencari bahan-bahan yang dimaksud dalam resep. Karena bahan dasarnya kelapa muda, maka sasaran kamipun warung-warung penjual minuman es kelapa muda, karena kalau mau nyari di pasar, kayaknya agak susah deh. Akhirnya dapat di daerah Mentaos. Dan malam itu, kamipun langsung mulai praktek membuat klappertaart untuk pertama kalinya. Dan hasilnya?? ga sukses!!! Tapi ga bisa juga dibilang gatot alias gagal total juga, karena dari segi rasa, klappertaart perdana kami ini lumayan lah, hanya saja jadinya sangat lembek dan ga ada toppingnya gitu, padahal perasaan saya waktu makan klappertaart bikinan toko, ada toppingnya, dan yang paling saya suka dari sebuah klappertaart ya toppingnya itu. Jadi mikir, kayaknya ada yang salah sama resep yang satu itu.

Lalu kami beralih, membuat rainbow cake. Itu loh, cake yang sekarang jadi populer banget, warna-warni kayak pelangi. Dan untuk off the record saja yah, ternyata rainbow cake kami juga gagal alias bantat, wkwkwkwk. Jadi, cerita si rainbow cake ini kita skip aja ya dan mungkin akan kembali saya tulis kalau saya memang nyoba lagi dan tentu saja kalau saya sukses buat bikinnya :D.

Kembali ke si klappertaart, karena merasa ada kesalahan di resep sebelumnya, maka sayapun memutuskan untuk googling lagi dan bertemu dengan website punya mbk Ferona, yaitu CakeFever.com. Resepnya lebih jelas dan dengan hanya membaca resepnya saja, rasanya air liur saya udah pingin netes. Hihihi... Eittss.. tapi ditahan dulu, karena hari sudah malam dan kelapa muda juga udah habis, jadi nunggu besok paginya untuk bisa mengeksekusi resep Klappertaart dari mbk Ferona.


Besoknya, setelah berburu kelapa muda lagi (kali ini sempat keliling-keliling dulu karena yang jual es kelapa muda belum pada buka kalau pagi. Dan akhirnya nemu kelapa mudanya di Jl. Panglima Batur Timur), kamipun langsung praktek lagi. Oiya, bagi yang mau nyoba juga, langsung aja ke  CakeFever.com. Resepnya jelas banget jadi enak buat diikutin ;)


Setelah kami coba, ternyata kami berhasil!! Huaaa, senangnya... terharu jugaa.. :D
Kami mencetak klappertaart ini dalam wadah yang kecil dan ada juga wadah yang lumayan besar (diameter 15 cm).
Mau liat tampilan Klappertaart Wilton perdana buatan kami?? Ini dia nih... :)









Cantik kaannn?? Rasanya juga ga kalah sama penampilannya loh, bener-bener maknyusss dan manisnya pas. Jadi terpikir mau jualan klappertaart ini, karena di Banjarbaru belum ada yang jual.

Dan pas bulan Ramadhan kemarin, akhirnya kami resmi berjualan klappertaart ini. Awalnya iseng, nawarin teman buat icip, eh si teman malah nyebarin foto si klappertaart di BBM nya, alhasil jadi banyak yang order. Walaupun by order, kami selalu melebihkan memasaknya kalau-kalau ada yang mau pesan lagi nantinya. Maksudnya buat jaga-jaga, biar ada stok, tapi yang ada pesanan selalu bertambah. Fiuhhh... Intinya kami kewalahan, secara saya dan Yayuk juga masuk kerja dari jam setengah 8 pagi sampai dengan jam setengah 4 sore. Kesempatan kami memasak si klappy adalah cuma sepulang kantor sampai dengan waktu buka puasa. Itupun biasanya kami kebut, langsung masak 2 resep sekaligus. Untuk itu, kami 'selalu' mengingatkan para pemesan bahwa kue ini dibikin by order dan mereka harus extra sabar, karena musti waiting list gitu deh mengingat keterbatasan kami. :D Tapi kadang ada yang ngebet banget pingin klappynya paling lambat bisa dinikmati besok setelah memesan. Ini dia nih yang bikin kelimpungan, sampai suatu kali kami nekad pulang cepet dari kantor alias ngabur, karena kerjaan di kantor emang ga banyak juga sih, tapi sialnya ga lama telpon saya bunyi, AsMan saya nelpon dan sukses ga saya angkat telponnya karena bingung mau jawab apa kalau ditanya kaminya kemana, hehe.. Besoknya saya pikir saya bakalan 'disemprot', alhamdulillah ternyata saya ga dimarahin, tapi walaupun ga dimarahin, saya kapok ngulang kabur dari kantor cuma buat masak klappy :D

Besoknya kami kembali ke schedulle awal, masak klappy setelah pulang kerja. Niat awal bikin klappy untuk dinikmatin sendiri, eh sekarang boro-boro mau di makan sendiri, yang ada si klappy ludes terus, kami ga pernah kebagian. Dan kalau si klappy sudah habis kamipun harus membeli bahan-bahan lagi untuk memasak si klappy. Ngomong-ngomong soal bahan si klappy, saya mau curhat dulu nih. Waktu pas Ramadhan kemarin itu ya, harga-harga kayaknya pada naik ga pandang bulu. Semua pada naik. Ga telur, ga si tepung custard, si kelapa muda juga ikut-ikutan naik. Dari harga 4 s.d 7 ribu, sekarang jadi 10 ribu per bijinya. Siapa yang ga pusing coba?? Belum lagi si telur, paling murah 19.500 per kilonya, hedeh, sampai-sampai kebawa mimpi. Saya mimpi saya punya tetangga yang jual telur murah banget. Huaa.. senengnya. Sayangnya itu semua hanya mimpi!!! hehehe

Untuk si kelapa muda, sepertinya wajar aja sih kalau harganya jadi naik di bulan puasa, soalnya permintaan akan es kelapa muda sepertinya memang meningkat drastis, jadi mesti rebutan gitu deh, ujung-ujungnya harganya jadi mencekik leher kami :D

Dan karena kenaikan harga bahan-bahan ini pula, kami memutuskan untuk akhirnya berhenti (sementara) jualan klappertaartnya. Ga sanggup jualan dengan harga telur, tepung, dan kelapa muda yang begitu mahal. Pingin sih naikin harga klappertaartnya, tapi gimana ya, sungkan juga, baru jualan udah naikin harga :D. Maka keputusan kami sepertinya sudah bulat, untuk sementara berhenti dulu jualan klappertaartnya. Mungkin setelah bulan puasa, setelah harga-harga sudah stabil, kami akan melanjutkan berjualan si klappy lagi. Sekarangkan udah lewat dari bulan puasa, dan harga-harga juga sudah kembali normal, tapi kami masih belum memulai lagi jualan klappertaartnya. Agak sibuk ngantor juga soalnya. Hehehe...

Pas kali terakhir masak si klappy bulan Ramadhan kemarin, kami langsung masak habis-habisan. Habis-habisin bahan maksudnya. Hehe. Di stok di dalam kulkas buat para pemesan tercinta.



Oiya, penikmat klappertaart bikinan kami ini ada yang dari Banjarbaru, Martapura, bahkan Barabai. Yang di Banjarmasin ada juga sih yang pernah nyoba. Memang masih terkendala jarak juga sih jualan si klappy ini, karena klappy termasuk kue basah yang butuh perhatian ekstra dalam proses pengiriman. Dan kami membuat variasi untuk toppingnya, ada yang memakai kismis, keju, kenari, dan sukade. Pokoknya mantab deh..
Setelahnya waktu kemarin itu, saya dan Yayuk makan klappertaart yang ukuran kecil, kangen euy udah masak bejibun klappertaart tapi ga pernah icip lagi semenjak jualan. Dan si klappy emang teteup uwenaakkk banget!! Saya suka yang banyak kismisnya, berhubung masak sendiri, kismisnya suka-suka saya jadinya. Hehehe...
 

**********************

Dan setelah sebelumnya cuma nyoba cooking dengan hasil selalu sukses. Maka, saya jadi sadar bahwa baking jauh lebih sulit dari cooking. Di baking itu, banyak langkah-langkah yang harus diikuti sesuai prosedur dan ga boleh salah gitu. Ga boleh asal campur dan dari mengadukpun kadang-kadang ada tata caranya loh. Dari beberapa kali nyobain baking, jujur saja saya banyak gagalnya.. :p Tapi kalo udah berhasil rasanya puas n terharu gitu. Ayo yang belum pernah icip klappertaart, bisa tuh dibuat sendiri klappertaartnya. Selamat memasak!!!

^_^


Tulisan ini diikutsertakan dalam: GiveAway Nyam Nyam Enny Mamito

Selasa, 28 Agustus 2012

Reunian di PastaGio Banjarbaru

Bismillah,


Malam tadi saya akhirnya menjejakkan kaki di tempat bernama PastaGio. Tapi PastaGio yang ini bukan yang di Jogjakarta, melainkan cabangnya yang ada di kota saya Banjarbaru. Selain untuk berwisata kuliner, kedatangan saya di PastaGio juga untuk reunian dengan beberapa teman saya yang kebetulan lagi mudik dari Jogja. Sudah lama banget ga ketemu sama Wietha, mungkin udah ada 10 tahunan kali ya, hee.. Dan Wietha teteup aja cantik kayak dulu, ga banyak berubah lah, kecuali rambutnya yang sekarang panjang (dulu Wietha tuh paling panjang rambutnya ya cuman sebahu :D).

Siangnya sebelum saya ke PastaGio, saya menyempatkan googling mengenai si PastaGio ini. Ternyata PastaGio ini lumayan terkenal di Jogja sana, katanya sih makanannya yang serba pasta pada maknyus semua. Belum lagi dessert nya... Huaaa.. Saya jadi tambah ngiler dan merasa wajib untuk bisa berkunjung ke PastaGio ini.

Alhamdulliah malam tadi kita semua bisa ngumpul sesuai rencana. Ada Rina, ada Awier, ada Wietha, dan tentu juga ada saya. Kurang lebih jam setengah delapan kita sudah nyampe di PastaGio. Oiya, PastaGio di Banjarbaru ini berada di Jl. Karang Anyar Balitan. Kalau dari komplek Amaco pas ketemu pertigaan, ambil yang ke arah Balitan, lurus aja, ntar ada isi ulang air minum 86 di sebelah kanan, nah di samping si isi ulang air itu ada jalan, masuk aja, lurus mpe mentok, ntar keliatan deh si PastaGio ini di sebelah kanan. Agak terselubung gitu tempatnya kalau menurut saya, hehehe.. mengingat beberapa tempat makan yang lumayan terkenal di kota saya biasanya berlokasi di Jalan besar semisal di Jl. A. Yani atau di Jl. Panglima Batur. Jadi merasa sedikit aneh aja ketika menemukan kenyataan kalau di Balitan sanalah ternyata di PastaGio berada.

Nah, mengenai tempat si PastaGio, tempatnya itu bagus banget.. Nuansa Jawa Bali gitu deh, enak buat nongkrong. Pertama masuk ke gerbangnya, akan ada sebuah bangunan kayak rumah Jawa dengan halaman yang mengelilinginya dijadikan tempat makan lengkap dengan beberapa kursi dan meja plus lampu kecil yang menggantung di sana-sini. Pas masuk ke gerbang itu, kami disambut oleh salah satu pegawai PastaGio yang ramah banget menyapa: "Malam... Butuh tempat untuk berapa orang? Mau di dalam atau di luar?" Kamipun sempat galau, di luar atau di dalam ya?? Lalu kami memutuskan untuk mengambil tempat di dalam saja, soalnya mikir kalau di luar mungkin banyak nyamuknya dan agak gelap juga, pasti susah buat foto-foto (hihihi... pikirannya udah mulai pingin narsis aja :p). Setelah berada di dalam, kami lumayan salut lah sama tempatnya si PastaGio ini. Konsepnya bagus, bener-bener ga setengah-setengah, oke lah pokoknya.

Setelah mengagumi tempatnya, kamipun mulai pesan makanan. Pelayannya ramah banget menjelaskan menu yang memang agak aneh (bagi saya). Tapi, karena sebelumnya saya udah googling, jadinya saya udah tau persis apa yang pingin saya icip. Kalau fettucine, makaroni, dan sphagetti saya kan udah pernah makan, makanya tanpa pikir panjang sayapun memesan Lasagna (tiba-tiba ingat Garfield, hehehe). Untuk minumannya saya pesan squash lime, lagi pingin yang asam-asam buat tenggorokan yang emang lagi kurang fit :D. Dan kamipun sepakat untuk memesan menu yang berbeda-beda biar bisa saling icip. Si Awier pesan Fettucine Carbonara + lemon tea anget. Wietha pesan Fettucine ala chef Gio + Banana Yoghurt. Rina pesan Chicken Gordon Bleu + Italian Iced Tea. Setelah menunggu agak lama makanan pun mulai datang satu persatu.

Yang pertama datang adalah Fettucine ala chef Gio punyanya Wietha,

Saya numpang icip dan rasanya enak sih.. lumayan lah. Kata Wietha, malah lebih enak dari PastaGio yang di Jogja. Nah lo... hehehe. Saya jadi ga sabar nunggu lasagna saya. Eh malah yang datang kedua Fettucine Carbonara nya Awier.


Saya ga ikut icip, mungkin karena udah tau rasa carbonara jadi ga excited aja buat icip. Padahal setelah dipikir-pikir, seharusnya saya icip aja, kan ini Carbonara nya si PastaGio, kali aja rasanya beda. Dan akhirnya sayapun menyesal :D

Naa.. kedatangan yang ketiga ternyata adalah pesanan saya, si Lasagna Verde


Kalo liat dari penampilannya, agak kecewa sedikit sih. Saya pikir lapisan lasagna itu bakalan ga setebal lapisan lasagna yg kemarin saya dapat. Dan dari segi rasa.. emm.. saya belum bisa bilang maknyus ^^V

Nah, yang terakhir, adalah pesanan si Rina yang datangnya emang agak lamaan. Kata pelayannya sih karena masaknya emank lama, huhuhu.. tau gitu kan, pesannya pasta aja biar cepet. Tapi yaudahlah, toh udah kejadian. Dan ini lah dia Chicken Gordon Bleu.


Dan rasa si Gordon Bleu disini aneh banget. Kata Rina sih rasa balsem. Pas saya icip, saya pikir rasa sausnya seperti jamu, hihihi.. Seperti ada rempah aneh yang memang rasanya aneh banget di lidah saya. Untungnya ada si kentang goreng yang lumayan membantu rasanya (tapi Rina tetap aja ga habis makannya, hehehe). Padahal saya udah pernah icip menu yang sama di RM yang berbeda, tapi di RM satunya itu, rasa masakan ini enak banget, jadi ga ngerti kenapa Gordon Bleu di PastaGio koq gitu rasanya :D

Untuk minuman sendiri, punya saya maknyuss banget dah.. segerr. Yang aneh itu minuman Rina (hihihi, kasian banget si Rina, udah makanannya aneh, minumannya juga aneh :D). Italian Iced Tea. Seperti yang sudah dijelaskan oleh pelayannya bahwa Italian Iced Tea itu adalah es teh yang ditambah dengan koktail buah kalengan. Kalau dibayangin rasanya, kayaknya masih oke lah, tapi yang bikin 'mikir' itu pas liat gelasnya yang berbentuk teko mini. Hihihi.. berasa aneh aja jadinya.

Oiya, saya juga mau bahas soal dessert walaupun saya ga pesan dessertnya. Kemarin itu ada dua dessert yang tertulis di menu yaitu Chocolate Mouse dan American Cake Chocolate. Saya kan udah googling sebelumnya jadi udah tau dan udah liat gambarnya juga di FBnya si PastaGio. Tapi karena di FB tersebut menyebutkan bahan-bahan yang salah satunya adalah rhum, sayapun enggan memesan menu dessert tersebut, walaupun rasanya pinginnnn banget icip karena terlihat sangat sangat menggiurkan. Eh, si pelayan bilang ada lagi satu menu dessert baru yang belum tercantum di menu dan menu tersebut bisa dibilang ready to order. Saya lupa namanya apa. Tapi pas saya tanya, pake rhum juga ga mas? Dan si mas mengangguk, sayapun urung memesan dessert tersebut. Hmmm..

Setelah semua menu lengkap, kamipun menikmati sajian sambil asyik bercerita tentang teman-teman. Saling bertukar kabar dan cerita karena lama ga ketemu. Huaa.. pokoknya seru. Oiya, ternyata di setiap meja di PastaGio ini disediakan satu pak kartu remi. Buat main kartu gitu lah pelengkap nongkrong, hee. Lucu juga nih idenya.


Tapi kami ga main, soalnya sibuk cerita dan sibuk foto-foto juga. Hihihi.. Inilah bukti kenarsisan kami.


Sebelum pulang pun, kami sempat-sempatnya foto di depan. Habis tempatnya bagus sih, sayang aja kalau ga dipakai buat foto-foto (alesan.. :p).



Satu yang belum saya bahas, tentang harga makanan dan minuman di sini. Intinya lumayan terjangkau lah. Kemarin waktu di total, kami berempat menghabiskan Rp. 140.000,-

Dan satu kekurangan dari tempat ini yang sempat saya notice, yaitu masalah piring. Piring untuk menyajikan pasta ini agak kurang cocok kalau menurut saya. Kurang cantik gitu deh. Selebihnya sih it's ok.

Reunian malam tadi moga bisa terulang lagi suatu saat nanti. Miss u friend. Ntar saling tuker cerita lagi ya. ;)