Bismillah,
Jumat pagi, jumat berkah, jumat sehat... Hari ini seperti biasa, saya melakukan senam pagi di kantor saya. Senam yang dimulai pukul tujuh s.d setengah delapan pagi. Setelahnya kami akan melakukan upacara pagi seperti hari-hari biasa. Hanya saja bedanya, di hari Jumat ini biasanya kami akan mendapat ceramah khusus mengenai kesehatan yang biasanya dilakukan dua kali sebulan, oleh seorang dokter langganan kantor kami, yaitu dr. Manahan.
Beliau ini suka sekali mengangkat tema kesehatan yang berhubungan dengan hari kesehatan dunia. Contohnya saja hari ini, beliau mengangkat tema tentang hipertensi atau darah tinggi yang ternyata hari hipertensi sedunia itu jatuh pada tanggal 17 Mei. Banyak informasi yang bisa saya dapat dari beliau dan ingin saya bagi di sini. Mencoba menuliskannya lagi dengan bahasa saya dan sayangnya saya tidak akan menuliskan sedikitpun istilah medis di sini seperti yang beliau sebutkan. Karena itu terlalu rumit dan susah mengingatnya, yang ada nanti malah salah istilah medisnya. Intinya, saya mencoba merangkum ceramah beliau dengan lebih sederhana. Mudah-mudahan bermanfaat.
Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit yang tidak diketahui gejalanya. Tak ada gejala untuk penyakit yang satu ini. Kalaupun ada, itu hanyalah rasa tegang di leher, kaku di bahu atau tangan, dsb yang terkadang tidak disadari oleh kita bahwa ternyata hal tersebut mengindikasikan kita memiliki sakit darah tinggi. Oleh sebab itu hipertensi ini sering disebut dengan 'silent killer'. Hipertensi ini bisa diketahui dengan cara dicek menggunakan alat tensi darah. Untuk tekanan darah normal adalah 120/80. Di atas itu, apalagi kalau sampai mencapai angka di atas 139, maka sudah dikatakan memiliki hipertensi.
Hipertensi ini bisa disebabkan oleh barbagai faktor, di antaranya makanan (banyak mengandung garam, kolesterol jahat, dan kafein yang tinggi); tingkat stress yang tinggi; kurang berolahraga; faktor keturunan dan sebagainya. Banyak obat-obatan yang dijual untuk mengurangi tekanan darah tinggi ini, dari yang mahal s.d yang murah. Namun sebelum kita terlanjur terkena darah tinggi, ada baiknya kita mencegah penyakit ini yang ternyata bisa dicegah dengan cara CERDIK.
1. C untuk Check up
Usahakan untuk rutin men-check up kesehatan kita agar kita mengetahui kondisi tubuh kita sebenarnya. Biasanya kita merasa diri kita ini selalu sehat, padahal belum tentu seperti itu kenyataan yang sebenarnya di dalam tubuh kita. Hehehe.. kalau ini sih saya banget :D
2. E untuk Enyahkan rokok
Sudah diketahui bersama bahwa rokok memang sumber dari banyak penyakit, salah satunya adalah hipertensi. Karena ternyata asap rokok ini bisa membuat kaku pembuluh darah di jantung, yang bisa menyebabkan darah mengalir tidak lancar hingga mengakibatkan tekanan darah tinggi.
3. R untuk Rajin berolahraga
Hendaknya kita berolahraga secara rutin, setengah jam sehari, 4 s.d 5 kali seminggu, kalau bisa sih setiap hari. Semakin rajin berolahraga tentulah badan kita akan semakin sehat, penyakitpun akan jauh dari badan kita.
4. D untuk Diet
Diet ini adalah mengatur pola makan, baik untuk porsi, komposisi, dan waktu makan yang tepat. Mungkin langkah ini agak susah, tapi hasil yang didapatkan tentu sesuai dengan usaha yang kita lakukan. Kurangi garam dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi.
5. I untuk Istirahat yang cukup
Usahakan untuk beristirahat yang cukup, dalam hal ini tidur minimal 6 s.d 8 jam sehari. Dengan istirahat yang cukup maka daya tahan tubuh akan meningkat dan tingkat stress yang merupakan penyebab utama darah tinggi akan bisa kita kurangi.
6. K untuk Kelola stress
Setiap dari kita tentu memiliki masalah hidup masing-masing yang bisa membuat kita stress. Namun alangkah baiknya jika kita bisa mengelola stress tersebut, jangan sampai tidak bisa kita kendalikan yang bisa berakibat buruk pada kesehatan kita, salah satunya adalah naiknya tekanan darah. Ada baiknya sesekali kita buat diri kita santai dengan berlibur atau mengerjakan hal-hal yang menjadi hobby kita.
Postingan ini sebenarnya bisa dibilang untuk catatan saya sendiri, karena saya termasuk orang yang sedikit agak lalai dalam menjaga kesehatan. Paling jarang yang namanya check-up, suka malas dengan yang namanya berolahraga, susah buat mengatur porsi, pola dan waktu makan, sering kurang tidur karena suka banget begadang nonton film atau drama korea :D. Daaaannnnnnn hobbbyyy banget dengan yang namanya mikirin masalah terlalu berlebihan. Stress, stress, dan stressss, hehehe. Semoga saja bisa berubah menjadi lebih baik. Aamin.
Jumat, 09 Mei 2014
Senin, 05 Mei 2014
bemasakan (part 4) - Pesmol Lele, Onion Ring, Pizza
Bismillah,
Entah kapan kali terakhir saya melakukan acara masak-masak bareng sobat saya Yayuk, yang jelas rasanya sudah lama sekali. Karena itu saya kangeennnn banget pingin bisa masak-masak lagi sama Yayuk. Alhamdulillah Sabtu kemarin keinginan saya itu terwujud. Rencanapun disusun dan terpilihlah aneka menu masakan yang ingin dieksekusi, yaitu Pesmol Lele, Onion Ring dan Pizza.
Pesmol lele sengaja dipilih karena saya memang penyuka ikan lele tapi agak bosan juga kalau menikmati lelenya cuma digoreng saja. Akhirnya sayapun searching menu di aplikasi android Masak Apa dan menemukan sebuah resep bernama Pesmol Lele. Pas baca bahan dan cara memasaknya, saya udah main ngiler aja. Jadi lah resep ini yang akhirnya kami pilih.
Sepintas tentang masakan Pesmol, konon katanya menu ini adalah menu yang berasal dari Betawi dan sangat nikmat disantap bersama nasi hangat. Tapi orang Betawi biasa memasak menu Pesmol ini menggunakan ikan Gurami atau Bandeng. Ternyata ikan Lele juga bisa di-Pesmol. Penasaran sama resepnya?? Tenanggg, bakalan saya tulisin koq di sini lengkap dengan foto-foto hasil memasak kami kemarin :)
Pesmol Lele
Bahan A:
- 4 ekor ikan lele ukuran sedang yang dipotong menjadi 3 s.d 4 bagian
- 1 siung bawang putih, parut
- 1 sdt garam
- 2 sdm air jeruk nipis
Bahan B:
- 1 batang serai memarkan
- 1 lembar daun salam
- 1 cm lengkuas, memarkan
- 1 buah cabai merah iris kasar
- 1 buah cabe hijau iris kasar
- 2 sdm air jeruk nipis
- 200 ml air
- Minyak goreng secukupnya
Bahan C:
- 4 butir kemiri
- 2 cm kunyit
- 1 cm jahe
- 1 buah cabe keriting, kalau mau lebih pedas bisa ditambahkan cabe rawit sesuai selera
- 6 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 sdt gula pasir
- 1 sdt garam
Cara membuat:
1. Bersihkan ikan lele, lalu remas-remas dengan bahan A, diamkan selama kurang lebih 30 menit
2. Goreng ikan dalam minyak panas agak banyak hingga matang dan cenderung kering. Tiriskan.
3. Haluskan bahan C lalu tumis hingga wangi
4. Masukkan serai, lengkuas, daun salam, irisan cabe dan air jeruk nipis. Aduk hingga layu.
5. Tambahkan air, didihkan.
6. Masukkan ikan lele goreng, aduk hingga mendidih dan agak kering
7. Angkat sajikan hangat.
Nah menu berikutnya yang mau dimasak adalah onion ring. Onion ring itu sih sebenarnya sejenis kudapan atau cemilan saja, tapi kalo mau dijadikan teman makan nasi, saya kira sih masih oke-oke saja. Kalo saya sih suka banget dengan Onion Ring ini, rasanya manis-manis gurih dan renyah kriuk-kriuk :). Kemarin masak Onion Ring-nya pake logika aja alias ga nyontek resep dari manapun. Intinya, irisan bawang bombay yang berbentuk cincin dikasih tepung bumbu instan yang ditambah dengan lada hitam. Untuk lebih praktis, irisan bawangnya saya taruh di baskom, trus saya kasih tepung bumbu + lada hitam, lalu saya goyang-goyang baskomnya sampai si tepung terbalut rata di permukaan bawang. Lalu bawang-bawang tersebut saya celupkan ke kocokan telur. Baru dimasukkan ke baskom yang berisi tepung roti. Goyang-goyang lagi, lalu goreng deh di minyak panas yang agak banyakan. Tunggu sampai warna coklat keemasan, angkat tiriskan. Tadaaaa, onion ring renyah yang maknyus punya siap disantap bersama sambal tomat botolan :)
Tak terasa, haripun sudah memasuki jam makan siang. Beberapa menu sudah berhasil kami masak, ini dia nih penampakan menu-menu itu.
Akibat dari sedapnya makanan-makanan tersebut, sayapun sampai lupa diri. Nambah nasi sampai kekenyangan, hehehe... Soalnya semuanya memang membangkitkan nafsu makan, terutama sambal penyet yang memang favorit saya banget. Untuk sambal penyet ini, sebenarnya bikinnya gampang banget. Bahannya aja cuma terdiri dari cabe rawit dan bawang putih yang digoreng sebentar di minyak bekas menggoreng ayam/ikan, trus diulek bersama garam secukupnya. Jangan lupa minyak bekas goreng cabenya disertain juga beberapa sendok makan. Kalau mau lebih 'panas' bisa ditambahkan lada putih bubuk. Huiii, benar-benar sambal yang sempurna. Apa aja enak di penyet di atas sambal ini. Tempe goreng?? Tahu goreng?? Ikan goreng?? Semua maknyusss :)
Alhamdulillah semuanya enak, makan pun jadi nikmat. Tapi agenda masak-masak tidak berhenti sampai di situ alias terus dilanjut di sore hari, yaitu bikin Pizza. Saya sih ga banyak bantu soalnya lagi sibuk ngopy drama korea, hehehe... Alhasil, Yayuk yang bikin pizza-pizza ini. Pizzanya enak banget... Sumpahh :D
Untuk resep Pizza, berhubung bukan saya yang bikin pizza, maka tidak ada resep yang bisa saya bagi ya :D. Mungkin next time kalo saya bikin sendiri pizza-nya :)
Entah kapan kali terakhir saya melakukan acara masak-masak bareng sobat saya Yayuk, yang jelas rasanya sudah lama sekali. Karena itu saya kangeennnn banget pingin bisa masak-masak lagi sama Yayuk. Alhamdulillah Sabtu kemarin keinginan saya itu terwujud. Rencanapun disusun dan terpilihlah aneka menu masakan yang ingin dieksekusi, yaitu Pesmol Lele, Onion Ring dan Pizza.
Pesmol lele sengaja dipilih karena saya memang penyuka ikan lele tapi agak bosan juga kalau menikmati lelenya cuma digoreng saja. Akhirnya sayapun searching menu di aplikasi android Masak Apa dan menemukan sebuah resep bernama Pesmol Lele. Pas baca bahan dan cara memasaknya, saya udah main ngiler aja. Jadi lah resep ini yang akhirnya kami pilih.
Sepintas tentang masakan Pesmol, konon katanya menu ini adalah menu yang berasal dari Betawi dan sangat nikmat disantap bersama nasi hangat. Tapi orang Betawi biasa memasak menu Pesmol ini menggunakan ikan Gurami atau Bandeng. Ternyata ikan Lele juga bisa di-Pesmol. Penasaran sama resepnya?? Tenanggg, bakalan saya tulisin koq di sini lengkap dengan foto-foto hasil memasak kami kemarin :)
Pesmol Lele
Bahan A:
- 4 ekor ikan lele ukuran sedang yang dipotong menjadi 3 s.d 4 bagian
- 1 siung bawang putih, parut
- 1 sdt garam
- 2 sdm air jeruk nipis
Bahan B:
- 1 batang serai memarkan
- 1 lembar daun salam
- 1 cm lengkuas, memarkan
- 1 buah cabai merah iris kasar
- 1 buah cabe hijau iris kasar
- 2 sdm air jeruk nipis
- 200 ml air
- Minyak goreng secukupnya
Bahan C:
- 4 butir kemiri
- 2 cm kunyit
- 1 cm jahe
- 1 buah cabe keriting, kalau mau lebih pedas bisa ditambahkan cabe rawit sesuai selera
- 6 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 sdt gula pasir
- 1 sdt garam
Cara membuat:
1. Bersihkan ikan lele, lalu remas-remas dengan bahan A, diamkan selama kurang lebih 30 menit
2. Goreng ikan dalam minyak panas agak banyak hingga matang dan cenderung kering. Tiriskan.
3. Haluskan bahan C lalu tumis hingga wangi
4. Masukkan serai, lengkuas, daun salam, irisan cabe dan air jeruk nipis. Aduk hingga layu.
5. Tambahkan air, didihkan.
6. Masukkan ikan lele goreng, aduk hingga mendidih dan agak kering
7. Angkat sajikan hangat.
Nah menu berikutnya yang mau dimasak adalah onion ring. Onion ring itu sih sebenarnya sejenis kudapan atau cemilan saja, tapi kalo mau dijadikan teman makan nasi, saya kira sih masih oke-oke saja. Kalo saya sih suka banget dengan Onion Ring ini, rasanya manis-manis gurih dan renyah kriuk-kriuk :). Kemarin masak Onion Ring-nya pake logika aja alias ga nyontek resep dari manapun. Intinya, irisan bawang bombay yang berbentuk cincin dikasih tepung bumbu instan yang ditambah dengan lada hitam. Untuk lebih praktis, irisan bawangnya saya taruh di baskom, trus saya kasih tepung bumbu + lada hitam, lalu saya goyang-goyang baskomnya sampai si tepung terbalut rata di permukaan bawang. Lalu bawang-bawang tersebut saya celupkan ke kocokan telur. Baru dimasukkan ke baskom yang berisi tepung roti. Goyang-goyang lagi, lalu goreng deh di minyak panas yang agak banyakan. Tunggu sampai warna coklat keemasan, angkat tiriskan. Tadaaaa, onion ring renyah yang maknyus punya siap disantap bersama sambal tomat botolan :)
Tak terasa, haripun sudah memasuki jam makan siang. Beberapa menu sudah berhasil kami masak, ini dia nih penampakan menu-menu itu.
Akibat dari sedapnya makanan-makanan tersebut, sayapun sampai lupa diri. Nambah nasi sampai kekenyangan, hehehe... Soalnya semuanya memang membangkitkan nafsu makan, terutama sambal penyet yang memang favorit saya banget. Untuk sambal penyet ini, sebenarnya bikinnya gampang banget. Bahannya aja cuma terdiri dari cabe rawit dan bawang putih yang digoreng sebentar di minyak bekas menggoreng ayam/ikan, trus diulek bersama garam secukupnya. Jangan lupa minyak bekas goreng cabenya disertain juga beberapa sendok makan. Kalau mau lebih 'panas' bisa ditambahkan lada putih bubuk. Huiii, benar-benar sambal yang sempurna. Apa aja enak di penyet di atas sambal ini. Tempe goreng?? Tahu goreng?? Ikan goreng?? Semua maknyusss :)
Alhamdulillah semuanya enak, makan pun jadi nikmat. Tapi agenda masak-masak tidak berhenti sampai di situ alias terus dilanjut di sore hari, yaitu bikin Pizza. Saya sih ga banyak bantu soalnya lagi sibuk ngopy drama korea, hehehe... Alhasil, Yayuk yang bikin pizza-pizza ini. Pizzanya enak banget... Sumpahh :D
Untuk resep Pizza, berhubung bukan saya yang bikin pizza, maka tidak ada resep yang bisa saya bagi ya :D. Mungkin next time kalo saya bikin sendiri pizza-nya :)
Minggu, 13 April 2014
kangen kalian...
Bismillah,
Apa kabar halaman blog ku?? Sepertinya sudah lama sekali tak mengalami penambahan postingan. Si empunya blog sepertinya sedikit kehilangan semangat buat nge-blog lagi, hehehe. Tapi kali ini pingin nulis-nulis lagi, setelah iseng buka-buka koleksi foto di dalam laptop. Waaa.. banyak banget foto kenangan bareng teman-teman di UPK. Makanya jadi pingin mengenang moment2 di UPK melalui sebuah tulisan.
UPK?? Apa tuh UPK? Itu loh, kantor tempat saya bekerja dulu sebelum akhirnya saya bekerja di PDAM kota Banjarmasin. Ya, sekarang saya bekerja di PDAM, aktif mulai 27 Januari 2014 tadi setelah mengikuti proses rekrutment yang begitu panjang (mungkin suatu saat akan saya tulis juga, walaupun late post, karena banyak kenangan di proses rekrutment itu)
Kembali tentang UPK atau lengkapnya, PT PLN (Persero) UPK RINGKAL 4. Adalah kantor tempat saya bekerja untuk pertama kalinya setelah lulus kuliah di akhir 2007. Saya ingat betul saya mulai bekerja di kantor itu tanggal 5 Mei 2008 (sempat nganggur kurang lebih 6 bulan) dan berhenti tanggal 31 Januari 2014 (bukan resign, hanya saja saya tidak memperpanjang kontrak saya).
Kantor UPK sendiri, sudah mengalami 4 perubahan nama selama kurang lebih 5 tahun saya bekerja di sana (lama juga ya.. makanya terlalu banyak kenangan di sana yang akan selalu saya ingat sambil tersenyum). Awal mula, namanya PT. PLN (Persero) PROKITRING KSKT (Proyek Pembangkit dan Jaringan Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah), sesuai namanya, menangani proyek pembangkit listrik dan jaringan transmisi untuk wilayah KalSelTeng. Kemudian nama tersebut berganti menjadi PT. PLN (Persero) PROKITRING KALSEL, masih menangani proyek pembangkit listrik dan jaringan transmisi, hanya saja sudah terbatas di wilayah KalSel saja karena untuk KalTeng sudah ada kantor tersendiri. Lalu nama itu berganti lagi menjadi PT. PLN (Persero) UPK KITRINGKAL II (Unit Pelaksana Konstruksi Pembangkit dan Jaringan Kalimantan II). Dan terakhir, menjadi PT. PLN (Persero) UPK RINGKAL 4 (Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Kalimantan 4), menangani pengawasan proyek jaringan transmisi untuk wilayah Kalimantan Selatan.
5 tahun, tentu bukan waktu yang sebentar. Banyak suka dan duka bekerja di sana, bersama mereka, teman-teman yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. Ada yang datang ada yang pergi, begitupun yang terjadi di kantor itu. Dua kali saya mengalami pergantian Manajer. Manajer yang pertama, merupakan orang yang tegas, beliau lah yang mengajarkan saya banyak hal, tidak hanya ilmu eksak tapi juga mental untuk tetap bertahan di dunia kerja dengan sebaik-baiknya. Tanpa beliau mungkin saya tidak menjadi seperti saya yang sekarang. Dulu mungkin saya merasa jengkel atau tidak terima dengan cara memimpin beliau, tapi di balik itu semua saya sadar ternyata banyak sekali sisi positif yang bisa saya ambil, hingga yang tersisa sekarang adalah kenangan baik tentang beliau.
Tak hanya Manajer, teman-teman pun banyak yang datang dan pergi. Ada yang pindah tempat bertugas, ada yang memutuskan berhenti dan bekerja di lain tempat, ada juga yang sudah menghadapNya. Teman-teman di kantor dulu banyak yang berasal dari luar Pulau Kalimantan, menyenangkan jadinya bisa mengenal banyak orang dari berbagai suku. Ada yang orang Padang, Pekanbaru, Lampung, Bandung, Bekasi, Depok, Tangerang, Blitar, Jogja, Surabaya, Makasar, Toraja, Selayar, dll. Paling enak kalo habis libur lebaran, semua datang dari daerah masing-masing sambil bawa makanan khasnya. Wuihhh dapat oleh-oleh tentu sangat menyenangkan. Ngomong-ngomong tentang oleh-oleh, di kantor dulu saya sering banget terima oleh-oleh dari luar negeri, karena teman-teman banyak yang dinas ke luar negeri untuk proses FAT. Paling banyak sih oleh-oleh dari Cina, tapi kemarin sempat juga dapat yang dari Korea.
Dulu saya bekerja di bagian Teknik, mengurusi data teknik dan juga mengawas pekerjaannya di lapangan. Alhasil teman saya banyak laki-laki di kantor yang dulu. Ada enaknya juga bekerja dengan banyak laki-laki dibandingkan perempuan. Enaknya, mereka tuh ga rese, ga suka nge-gosip, jadi enak aja bekerja dengan suasana seperti itu. Tapi ga enaknya, kadang saya merasa mereka lupa saya ini perempuan, porsi pekerjaan jadi hampir disamakan :D
Di kantor dulu, orangnya cuma sedikit, karena kantor kami ini adalah unit pengawasan. Sepertinya ga sampai 40 orang. Karena itu, saya merasa sangat dekat dengan mereka. Apalagi hampir 70% orang-orangnya seumuran dengan saya. Jadinya sering nonton bareng, karaoke bareng, makan bareng, dsb. Emm jadi ingat nonton bareng dengan mereka. Berhubung bioskop cuma ada di kota Banjarmasin, dan posisi kami di Banjarbaru, maka biasanya kami rame2 naik mobil kantor menuju Banjarmasin. Itupun nontonnya sepulang kantor, nonton yang midnight, pulangnya hampir jam 2 pagi nyampe rumah di Banjarbaru. Tapi selalu aman pergi dengan mereka, semua pada baik jagain saya, hehehe :D
Di kantor itu pula saya mengenal seorang sahabat yang luar biasa baik. Yang banyak membantu saya, yang banyak menguatkan saya ketika ada masalah menimpa saya, yang mengajarkan saya banyak hal terutama untuk menjadi orang yang lebih tegar, yang sukses ngajarin saya bawa motor, next mungkin nanti bakalan ngajarin saya nyetir mobil, hehehe. Yang mungkin nantinya bakal jadi kakak ipar saya, hihihi Aamin. Terima kasih Yuk... Terima kasih buat semuanya. Yayuk is the best lah pokoknya *hug dari jauh... ({})
Sepertinya terlalu banyak kenangan di sana untuk dituliskan dalam sebuah tulisan. Tapi setidaknya tulisan ini mewakili sebagiannya. Mungkin lain kali akan muncul tulisan seperti ini lagi, ketika saya kangen pada mereka, mungkin saya akan menuliskannya lagi. Ketika saya KANGEN KALIAN...
Dan seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, ada yang datang ada yang pergi. Mungkin dulu teman-teman lah yang pergi meninggalkan saya di UPK, tapi sekarang giliran saya meninggalkan UPK untuk tetap bekerja di perusahaan lain yang syukurnya juga bekerja di bidang pelayanan masyarakat. Kalau dulu saya bekerja di perusahaan yang menyediakan jasa listrik, sekarang saya bekerja di perusahaan yang menyediakan jasa penyediaan air bersih (minum). Saya merasa sangat diberkahi. Pekerjaan ini mungkin adalah impian sebagian besar orang, namun yang lebih besar dari itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mengandung nilai ibadah yang besar - InsyaAllah.
Terima kasih teman-teman di UPK untuk persahabatannya, untuk sebuah episode kehidupan yang menyenangkan bagi saya untuk mengenangnya. Walaupun saya sudah tak bekerja di sana, namun kalian tetap teman bagi saya, tak ada yang berubah. Thing's change, friends don't.
Apa kabar halaman blog ku?? Sepertinya sudah lama sekali tak mengalami penambahan postingan. Si empunya blog sepertinya sedikit kehilangan semangat buat nge-blog lagi, hehehe. Tapi kali ini pingin nulis-nulis lagi, setelah iseng buka-buka koleksi foto di dalam laptop. Waaa.. banyak banget foto kenangan bareng teman-teman di UPK. Makanya jadi pingin mengenang moment2 di UPK melalui sebuah tulisan.
UPK?? Apa tuh UPK? Itu loh, kantor tempat saya bekerja dulu sebelum akhirnya saya bekerja di PDAM kota Banjarmasin. Ya, sekarang saya bekerja di PDAM, aktif mulai 27 Januari 2014 tadi setelah mengikuti proses rekrutment yang begitu panjang (mungkin suatu saat akan saya tulis juga, walaupun late post, karena banyak kenangan di proses rekrutment itu)
Kembali tentang UPK atau lengkapnya, PT PLN (Persero) UPK RINGKAL 4. Adalah kantor tempat saya bekerja untuk pertama kalinya setelah lulus kuliah di akhir 2007. Saya ingat betul saya mulai bekerja di kantor itu tanggal 5 Mei 2008 (sempat nganggur kurang lebih 6 bulan) dan berhenti tanggal 31 Januari 2014 (bukan resign, hanya saja saya tidak memperpanjang kontrak saya).
Kantor UPK sendiri, sudah mengalami 4 perubahan nama selama kurang lebih 5 tahun saya bekerja di sana (lama juga ya.. makanya terlalu banyak kenangan di sana yang akan selalu saya ingat sambil tersenyum). Awal mula, namanya PT. PLN (Persero) PROKITRING KSKT (Proyek Pembangkit dan Jaringan Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah), sesuai namanya, menangani proyek pembangkit listrik dan jaringan transmisi untuk wilayah KalSelTeng. Kemudian nama tersebut berganti menjadi PT. PLN (Persero) PROKITRING KALSEL, masih menangani proyek pembangkit listrik dan jaringan transmisi, hanya saja sudah terbatas di wilayah KalSel saja karena untuk KalTeng sudah ada kantor tersendiri. Lalu nama itu berganti lagi menjadi PT. PLN (Persero) UPK KITRINGKAL II (Unit Pelaksana Konstruksi Pembangkit dan Jaringan Kalimantan II). Dan terakhir, menjadi PT. PLN (Persero) UPK RINGKAL 4 (Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Kalimantan 4), menangani pengawasan proyek jaringan transmisi untuk wilayah Kalimantan Selatan.
5 tahun, tentu bukan waktu yang sebentar. Banyak suka dan duka bekerja di sana, bersama mereka, teman-teman yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. Ada yang datang ada yang pergi, begitupun yang terjadi di kantor itu. Dua kali saya mengalami pergantian Manajer. Manajer yang pertama, merupakan orang yang tegas, beliau lah yang mengajarkan saya banyak hal, tidak hanya ilmu eksak tapi juga mental untuk tetap bertahan di dunia kerja dengan sebaik-baiknya. Tanpa beliau mungkin saya tidak menjadi seperti saya yang sekarang. Dulu mungkin saya merasa jengkel atau tidak terima dengan cara memimpin beliau, tapi di balik itu semua saya sadar ternyata banyak sekali sisi positif yang bisa saya ambil, hingga yang tersisa sekarang adalah kenangan baik tentang beliau.
Tak hanya Manajer, teman-teman pun banyak yang datang dan pergi. Ada yang pindah tempat bertugas, ada yang memutuskan berhenti dan bekerja di lain tempat, ada juga yang sudah menghadapNya. Teman-teman di kantor dulu banyak yang berasal dari luar Pulau Kalimantan, menyenangkan jadinya bisa mengenal banyak orang dari berbagai suku. Ada yang orang Padang, Pekanbaru, Lampung, Bandung, Bekasi, Depok, Tangerang, Blitar, Jogja, Surabaya, Makasar, Toraja, Selayar, dll. Paling enak kalo habis libur lebaran, semua datang dari daerah masing-masing sambil bawa makanan khasnya. Wuihhh dapat oleh-oleh tentu sangat menyenangkan. Ngomong-ngomong tentang oleh-oleh, di kantor dulu saya sering banget terima oleh-oleh dari luar negeri, karena teman-teman banyak yang dinas ke luar negeri untuk proses FAT. Paling banyak sih oleh-oleh dari Cina, tapi kemarin sempat juga dapat yang dari Korea.
Dulu saya bekerja di bagian Teknik, mengurusi data teknik dan juga mengawas pekerjaannya di lapangan. Alhasil teman saya banyak laki-laki di kantor yang dulu. Ada enaknya juga bekerja dengan banyak laki-laki dibandingkan perempuan. Enaknya, mereka tuh ga rese, ga suka nge-gosip, jadi enak aja bekerja dengan suasana seperti itu. Tapi ga enaknya, kadang saya merasa mereka lupa saya ini perempuan, porsi pekerjaan jadi hampir disamakan :D
Di kantor dulu, orangnya cuma sedikit, karena kantor kami ini adalah unit pengawasan. Sepertinya ga sampai 40 orang. Karena itu, saya merasa sangat dekat dengan mereka. Apalagi hampir 70% orang-orangnya seumuran dengan saya. Jadinya sering nonton bareng, karaoke bareng, makan bareng, dsb. Emm jadi ingat nonton bareng dengan mereka. Berhubung bioskop cuma ada di kota Banjarmasin, dan posisi kami di Banjarbaru, maka biasanya kami rame2 naik mobil kantor menuju Banjarmasin. Itupun nontonnya sepulang kantor, nonton yang midnight, pulangnya hampir jam 2 pagi nyampe rumah di Banjarbaru. Tapi selalu aman pergi dengan mereka, semua pada baik jagain saya, hehehe :D
Di kantor itu pula saya mengenal seorang sahabat yang luar biasa baik. Yang banyak membantu saya, yang banyak menguatkan saya ketika ada masalah menimpa saya, yang mengajarkan saya banyak hal terutama untuk menjadi orang yang lebih tegar, yang sukses ngajarin saya bawa motor, next mungkin nanti bakalan ngajarin saya nyetir mobil, hehehe. Yang mungkin nantinya bakal jadi kakak ipar saya, hihihi Aamin. Terima kasih Yuk... Terima kasih buat semuanya. Yayuk is the best lah pokoknya *hug dari jauh... ({})
Sepertinya terlalu banyak kenangan di sana untuk dituliskan dalam sebuah tulisan. Tapi setidaknya tulisan ini mewakili sebagiannya. Mungkin lain kali akan muncul tulisan seperti ini lagi, ketika saya kangen pada mereka, mungkin saya akan menuliskannya lagi. Ketika saya KANGEN KALIAN...
Dan seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, ada yang datang ada yang pergi. Mungkin dulu teman-teman lah yang pergi meninggalkan saya di UPK, tapi sekarang giliran saya meninggalkan UPK untuk tetap bekerja di perusahaan lain yang syukurnya juga bekerja di bidang pelayanan masyarakat. Kalau dulu saya bekerja di perusahaan yang menyediakan jasa listrik, sekarang saya bekerja di perusahaan yang menyediakan jasa penyediaan air bersih (minum). Saya merasa sangat diberkahi. Pekerjaan ini mungkin adalah impian sebagian besar orang, namun yang lebih besar dari itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mengandung nilai ibadah yang besar - InsyaAllah.
Terima kasih teman-teman di UPK untuk persahabatannya, untuk sebuah episode kehidupan yang menyenangkan bagi saya untuk mengenangnya. Walaupun saya sudah tak bekerja di sana, namun kalian tetap teman bagi saya, tak ada yang berubah. Thing's change, friends don't.
| Foto terakhir di UPK dengan seragam UPK, sayangnya personilnya ga lengkap, banyak yang dinas luar kota. |
Jumat, 30 Agustus 2013
Big Coffee (cabang baru)
Bismillah,
Ada kabar gembira!!! Big Coffee udah punya cabang loh... Yakni di Jl A. Yani km 34,5 Banjarbaru (persis di depan Polres Banjarbaru). Tapi saya kurang tau juga, tepatnya kapan tempat ini pertama kali dibuka. Intinya, saya tau Big Coffee punya cabang baru lagi adalah melalui teman saya.
Kemarin sore, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi Big Coffee cabang baru ini, sekalian mau buka puasa di sana. Menu yang dipesan pun sudah siap ada dalam benak saya, sebelum saya tiba di Big Coffee. Menu tersebut adalah Nasi Goreng Oratta. Saya pernah icip punya teman waktu pesan menu ini, rasanya enak banget, nasi goreng ikan asin gitu, pokoknya maknyusss... Selain Nasi Goreng Orata, sayapun sudah terpikir untuk memesan Shabu-Shabu/Steam Boat ala Big Coffee. Konon Steam Boat atau Shabu-shabu ini adalah menu baru di Big Coffee. Saya tertarik buat icip setelah sukses ngiler karena liat foto di instagramnya temen yang aplut gambar Steam Boat di Big Coffee lengkap dengan aksesoriesnya :D
Sayapun semangat banget, selain mau nyoba bertandang ke tempat baru, saya bakalan nyoba menu baru. Pasti seru!!!!
Setibanya di Big Coffee, sayapun memesan menu yang dimaksud, dengan menambahkan sedikit note kepada pelayannya, kalau makanannya disaji pas mau adzan magrib aja, biar pas gitu. Dan pelayan Big Coffee pun mengiyakan.
Sembari menunggu adzan magrib, sayapun nyantai aja online dengan uenaknya karena ternyata di tempat yang baru ini, Big Coffee juga menyediakan layanan hot spot, sama seperti di Big Coffee yang lama.
Tunggu punya tunggu, adzan magribpun berkumandang, makanan yang saya pesanpun mulai berdatangan satu persatu. Nasi Goreng Orata terlihat menggoda sekali. Tapi paling excited banget liat Steam Boat yang disajikan, maklumlah, ini merupakan pengalaman pertama saya makan makanan ala Steam Boat yang dimasak sendiri itu.. :D
Sedang asyiknya menikmati hidangan, tiba-tiba Ka Deni (owner dari Big Coffee) menghampiri dan mulai menyapa. Saya langsung main nyuruh aja, nyuruh Ka Deni buat duduk, biar bisa saya ajak ngobrol, hihihi.. soalnya saya pingin tau tentang tempat baru dan menu baru Big Coffee. Biar bisa dapat infonya langsung dari yang punya Big Coffee. Berhubung Ka Deni juga orangnya ramah, yaudah lah, beberapa pertanyaan sayapun akhirnya terjawabkan.
Jadi intinya, sekarang Big Coffee itu punya dua tempat. Tempat yang lama (yang di Jl. Sukarelawan No. A16) masih beroperasi. Beberapa menu baru, sengaja diciptakan oleh Ka Deni, termasuk di antaranya adalah Steam Boat tersebut. Huiii.. ternyata Ka Deni jago masak, terbukti dari maknyusnya Shabu-Shabu yang disajikan ala Steam Boat yang ternyata merupakan racikan hasil eksperimen Ka Deni sendiri. Mantab ga tuh?!!!
Di tempat yang baru ini, belum ada live musicnya, karena terhalang oleh izin. Alhasil cuma ada lagu dari pemutar musik aja sebagai teman pengiring makan Steam Boat. Tapiii, ternyata di tempat baru ini, Big Coffee menyediakan fasilitas buat Nobar, ada layar besarnya gitu loh.
Tetiba, di tengah-tengah kami makan, Ka Deni memberikan free voucher untuk beberapa menu yang ada di Big Coffee. Huaaa.. senang dong udah pasti, tapi sempat bingung juga, kenapa jadi kami dikasih voucher ini? Sebelumnya kan saya dapat voucher, karena tulisan saya. Kali ini, langsung dapat voucher gitu aja. Mungkin Big Coffee lagi baik hati kali ya. Hihihi... Sering-sering aja deh kalo gitu.
So, buat temen-temen yang mau nongkrong sambil menikmati kopi dan berbagai makanan yang oke ala Big Coffee, bisa mendatangi cabang baru Big Coffee. Ajak aja teman yang banyak, kalau perlu sambil Nobar juga bisa. Jangan lupa icipin shabu-shabunya. Kuahnya mantab abiss (ngiler lagi :p).
Mari ke Big Coffee :)
Ada kabar gembira!!! Big Coffee udah punya cabang loh... Yakni di Jl A. Yani km 34,5 Banjarbaru (persis di depan Polres Banjarbaru). Tapi saya kurang tau juga, tepatnya kapan tempat ini pertama kali dibuka. Intinya, saya tau Big Coffee punya cabang baru lagi adalah melalui teman saya.
Kemarin sore, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi Big Coffee cabang baru ini, sekalian mau buka puasa di sana. Menu yang dipesan pun sudah siap ada dalam benak saya, sebelum saya tiba di Big Coffee. Menu tersebut adalah Nasi Goreng Oratta. Saya pernah icip punya teman waktu pesan menu ini, rasanya enak banget, nasi goreng ikan asin gitu, pokoknya maknyusss... Selain Nasi Goreng Orata, sayapun sudah terpikir untuk memesan Shabu-Shabu/Steam Boat ala Big Coffee. Konon Steam Boat atau Shabu-shabu ini adalah menu baru di Big Coffee. Saya tertarik buat icip setelah sukses ngiler karena liat foto di instagramnya temen yang aplut gambar Steam Boat di Big Coffee lengkap dengan aksesoriesnya :D
| Beberapa menu baru yang hadir melengkapi Big Coffee |
Setibanya di Big Coffee, sayapun memesan menu yang dimaksud, dengan menambahkan sedikit note kepada pelayannya, kalau makanannya disaji pas mau adzan magrib aja, biar pas gitu. Dan pelayan Big Coffee pun mengiyakan.
Sembari menunggu adzan magrib, sayapun nyantai aja online dengan uenaknya karena ternyata di tempat yang baru ini, Big Coffee juga menyediakan layanan hot spot, sama seperti di Big Coffee yang lama.
| Salah satu sudut Big Coffee cabang baru |
| Horeee.. ada lukisan khas Big Coffee, tapi kayaknya belum maksimal :D |
Tunggu punya tunggu, adzan magribpun berkumandang, makanan yang saya pesanpun mulai berdatangan satu persatu. Nasi Goreng Orata terlihat menggoda sekali. Tapi paling excited banget liat Steam Boat yang disajikan, maklumlah, ini merupakan pengalaman pertama saya makan makanan ala Steam Boat yang dimasak sendiri itu.. :D
| Beef Sphagetti ala Big Coffee pesanan Yayuk |
| Nasi Goreng Oratta ala Big Coffee |
| Bersiap menikmati Shabu-shabu ala Steam Boat, sumpit mana sumpit??? :D |
| Shabu-shabu/Steam Boat ala Big Coffee - Meriahnya Makan |
| Shabu-shabunya sudah matang :) |
Sedang asyiknya menikmati hidangan, tiba-tiba Ka Deni (owner dari Big Coffee) menghampiri dan mulai menyapa. Saya langsung main nyuruh aja, nyuruh Ka Deni buat duduk, biar bisa saya ajak ngobrol, hihihi.. soalnya saya pingin tau tentang tempat baru dan menu baru Big Coffee. Biar bisa dapat infonya langsung dari yang punya Big Coffee. Berhubung Ka Deni juga orangnya ramah, yaudah lah, beberapa pertanyaan sayapun akhirnya terjawabkan.
Jadi intinya, sekarang Big Coffee itu punya dua tempat. Tempat yang lama (yang di Jl. Sukarelawan No. A16) masih beroperasi. Beberapa menu baru, sengaja diciptakan oleh Ka Deni, termasuk di antaranya adalah Steam Boat tersebut. Huiii.. ternyata Ka Deni jago masak, terbukti dari maknyusnya Shabu-Shabu yang disajikan ala Steam Boat yang ternyata merupakan racikan hasil eksperimen Ka Deni sendiri. Mantab ga tuh?!!!
Di tempat yang baru ini, belum ada live musicnya, karena terhalang oleh izin. Alhasil cuma ada lagu dari pemutar musik aja sebagai teman pengiring makan Steam Boat. Tapiii, ternyata di tempat baru ini, Big Coffee menyediakan fasilitas buat Nobar, ada layar besarnya gitu loh.
Tetiba, di tengah-tengah kami makan, Ka Deni memberikan free voucher untuk beberapa menu yang ada di Big Coffee. Huaaa.. senang dong udah pasti, tapi sempat bingung juga, kenapa jadi kami dikasih voucher ini? Sebelumnya kan saya dapat voucher, karena tulisan saya. Kali ini, langsung dapat voucher gitu aja. Mungkin Big Coffee lagi baik hati kali ya. Hihihi... Sering-sering aja deh kalo gitu.
| Free Voucher darinya Big Coffee, terima kasih Big Coffee :) |
So, buat temen-temen yang mau nongkrong sambil menikmati kopi dan berbagai makanan yang oke ala Big Coffee, bisa mendatangi cabang baru Big Coffee. Ajak aja teman yang banyak, kalau perlu sambil Nobar juga bisa. Jangan lupa icipin shabu-shabunya. Kuahnya mantab abiss (ngiler lagi :p).
Mari ke Big Coffee :)
| Mari makan... ;) |
| enak dimakan selagi panas... :) |
| patner makan enak, wkwkwkwk :)) |
Jumat, 16 Agustus 2013
Ontbijkoek
Bismillah,
Sudah lama ga nge-blog, pemalas banget akhir-akhir ini dalam hal menulis blog. Mood nge-blognya ga tau nyangkut di mana, hehehe... Padahal banyak banget rasanya hal yang bisa dan ingin saya bagi, tapi kalau mood nya emang ga dapet ya ga bisa diapa-apain. Dan sekarang, pingin posting-posting lagi. Dimulai dari posting resep kue aja kali ya... Postingan yang lain biar menyusul belakangan.. InsyaAllah. :)
Resep kue yang mau dibagi kali ini adalah resep 'Ontbijkoek'. Mengapa harus ontbijkoek?? Karena pas lebaran kemarin saya benar-benar sukses bikin kue yang satu ini. Selain mudah, kue ini ternyata memiliki rasa yang pasti memikat lidah yang memakannya. Buktinya, saya sampai bikin 6 loyang kue (uk diameter 22 cm) dan kesemuanya habis dalam waktu sekejap. Dahsyat bin cetarrrr!!! :D
Awal mula memutuskan membuat kue ini sebagai kue lebaran, juga ada ceritanya loh. Tadinya saya mau di lebaran kali ini ada kue basahnya juga, jangan cuma kue kering aja. Sempat terpikir pingin lapis legit aja, tapi tentu saja harus membeli, bukan hasil bikinan sendiri, karena saya masih belum mampu untuk membuat kue-kue yang rumit macam lapis legit. Dan yang namanya membeli, tentu harus mengeluarkan uang yang agak banyak, padahal niat saya kan mau berhemat. Akhirnya lapis legit batal!
Sayapun memutar otak, kira-kira kue apa yang bisa saya eksekusi sendiri tapi rasanya tetap istimewa. Sempat mau bikin Cheese Cake lagi seperti tahun kemarin, tapi rasanya pingin sesuatu yang baru, bukan pengulangan tahun kemarin. Kemudian, saya mencoba searching resep kue lebaran via mbah google. Nemu beberapa resep yang di antaranya menyebutkan resep Cake Mentega Kurma. Kayaknya enak tuh, apalagi banyak stok kurma sisa bulan puasa kemarin. Tapi entah kenapa, saya koq pinginnya kue yg rasanya lebih khas lagi ya? Tiba-tiba pingin kue dengan rasa rempah dan tentu saja bumbu spekuk lah yang pertama terbayang di lidah saya. Cari punya cari, ketemu resep kue yang saya maksud. Dan nama kue itu adalah ONTBIJKOEK.
Ontbijkoek adalah kue yang berasal dari negeri Belanda. Teksturnya keras karena resep aslinya tidak menggunakan mentega. Makanya untuk memakan ontbijkoek ini, biasanya dimakan sambil dicelup ke dalam teh atau susu hangat. Namun, seiring waktu, ternyata ontbijkoek ini mulai dimodifikasi menjadi sponge cake, Ini dia nih yang saya mau.
Reseppun saya dapat dan ternyata bahan-bahan untuk membuat ontbijkoek ini sangat mudah di dapat. Ga percaya?? Yukk simak resepnya.
ONTBIJKOEK
Bahan A:
125 gr tepung terigu protein rendah (yang protein sedang juga bisa)
1 sdt bumbu spekuk (rata aja ya, ga usah penuh)
1 sdt bubuk kayu manis (rata juga, ga usah 1 sdt penuh)
Bahan B:
5 butir telur utuh
1 kuning telur (jadi total, telurnya ada 6 ya)
100 gr gula palem
2 sdm gula pasir
Bahan C:
50 gr mentega yang dicairkan
65 ml santan instan
Bahan D:
Kacang almond secukupnya untuk taburan
Cara Membuat:
1. Olesi loyang tulban diameter 22 cm dengan mentega, sisihkan
2. Ayak bahan A, lalu sisihkan
3. Kocok bahan B menggunakan mixer kecepatan sedang sampai adonan mengental dan meninggalkan jejak. Matikan mixer.
4. Panaskan oven pada suhu 190 derajat celcius selama kurang lebih sepuluh menit menggunakan api bawah saja
5. Masukkan Bahan A yang telah diayak, sedikit demi sedikit sambil diaduk balik. Aduk rata sampai Bahan A habis.
6. Masukkan Bahan C sedikit demi sedikit, melalui pinggir mangkok sambil diaduk balik.
7. Tuang semua adonan ke dalam loyang, taburi atasnya dengan bahan D
8. Masukkan ke dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya. Panggang selama 30 menit pada suhu 190 derajat celcius menggunakan api bawah
9. Cek kematangan menggunakan tusuk gigi, apabila tidak ada adonan yang menempel di tusuk gigi, maka kue sudah matang dan siap disajikan.
Mudah kan?? Dan rasanya benar-benar istimewa!!! Yang pertama icip, pasti ga mampu kalau cuma icip satu potong. Bawaannya pingin nambah mulu. Waktu pertama kali bikin aja, kuenya ga bertahan lebih dari 1 jam, langsung ludes. Maka nya saya sampai bikin 6 loyang. Bahkan kakak saya yang datang dari Amuntai, juga pesan kue ini ke saya biar dibawa pulang buat mertuanya. Soalnya kue ini beneran istimewa. Sederhana tapi ngangenin.
Hayuk dicoba yukk.. Moga bermanfaat ya.. ^_^
NB: Resep di atas, aslinya adalah resep yang saya dapat dari internet, namun ada beberapa hal yang saya ubah. Jadi, resep di atas adalah resep yang kemarin saya terapkan di dapur saya. :)
Sudah lama ga nge-blog, pemalas banget akhir-akhir ini dalam hal menulis blog. Mood nge-blognya ga tau nyangkut di mana, hehehe... Padahal banyak banget rasanya hal yang bisa dan ingin saya bagi, tapi kalau mood nya emang ga dapet ya ga bisa diapa-apain. Dan sekarang, pingin posting-posting lagi. Dimulai dari posting resep kue aja kali ya... Postingan yang lain biar menyusul belakangan.. InsyaAllah. :)
Resep kue yang mau dibagi kali ini adalah resep 'Ontbijkoek'. Mengapa harus ontbijkoek?? Karena pas lebaran kemarin saya benar-benar sukses bikin kue yang satu ini. Selain mudah, kue ini ternyata memiliki rasa yang pasti memikat lidah yang memakannya. Buktinya, saya sampai bikin 6 loyang kue (uk diameter 22 cm) dan kesemuanya habis dalam waktu sekejap. Dahsyat bin cetarrrr!!! :D
Awal mula memutuskan membuat kue ini sebagai kue lebaran, juga ada ceritanya loh. Tadinya saya mau di lebaran kali ini ada kue basahnya juga, jangan cuma kue kering aja. Sempat terpikir pingin lapis legit aja, tapi tentu saja harus membeli, bukan hasil bikinan sendiri, karena saya masih belum mampu untuk membuat kue-kue yang rumit macam lapis legit. Dan yang namanya membeli, tentu harus mengeluarkan uang yang agak banyak, padahal niat saya kan mau berhemat. Akhirnya lapis legit batal!
Sayapun memutar otak, kira-kira kue apa yang bisa saya eksekusi sendiri tapi rasanya tetap istimewa. Sempat mau bikin Cheese Cake lagi seperti tahun kemarin, tapi rasanya pingin sesuatu yang baru, bukan pengulangan tahun kemarin. Kemudian, saya mencoba searching resep kue lebaran via mbah google. Nemu beberapa resep yang di antaranya menyebutkan resep Cake Mentega Kurma. Kayaknya enak tuh, apalagi banyak stok kurma sisa bulan puasa kemarin. Tapi entah kenapa, saya koq pinginnya kue yg rasanya lebih khas lagi ya? Tiba-tiba pingin kue dengan rasa rempah dan tentu saja bumbu spekuk lah yang pertama terbayang di lidah saya. Cari punya cari, ketemu resep kue yang saya maksud. Dan nama kue itu adalah ONTBIJKOEK.
| Ontbijkoek |
Ontbijkoek adalah kue yang berasal dari negeri Belanda. Teksturnya keras karena resep aslinya tidak menggunakan mentega. Makanya untuk memakan ontbijkoek ini, biasanya dimakan sambil dicelup ke dalam teh atau susu hangat. Namun, seiring waktu, ternyata ontbijkoek ini mulai dimodifikasi menjadi sponge cake, Ini dia nih yang saya mau.
Reseppun saya dapat dan ternyata bahan-bahan untuk membuat ontbijkoek ini sangat mudah di dapat. Ga percaya?? Yukk simak resepnya.
ONTBIJKOEK
Bahan A:
125 gr tepung terigu protein rendah (yang protein sedang juga bisa)
1 sdt bumbu spekuk (rata aja ya, ga usah penuh)
1 sdt bubuk kayu manis (rata juga, ga usah 1 sdt penuh)
Bahan B:
5 butir telur utuh
1 kuning telur (jadi total, telurnya ada 6 ya)
100 gr gula palem
2 sdm gula pasir
Bahan C:
50 gr mentega yang dicairkan
65 ml santan instan
Bahan D:
Kacang almond secukupnya untuk taburan
Cara Membuat:
1. Olesi loyang tulban diameter 22 cm dengan mentega, sisihkan
2. Ayak bahan A, lalu sisihkan
3. Kocok bahan B menggunakan mixer kecepatan sedang sampai adonan mengental dan meninggalkan jejak. Matikan mixer.
4. Panaskan oven pada suhu 190 derajat celcius selama kurang lebih sepuluh menit menggunakan api bawah saja
5. Masukkan Bahan A yang telah diayak, sedikit demi sedikit sambil diaduk balik. Aduk rata sampai Bahan A habis.
6. Masukkan Bahan C sedikit demi sedikit, melalui pinggir mangkok sambil diaduk balik.
7. Tuang semua adonan ke dalam loyang, taburi atasnya dengan bahan D
8. Masukkan ke dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya. Panggang selama 30 menit pada suhu 190 derajat celcius menggunakan api bawah
9. Cek kematangan menggunakan tusuk gigi, apabila tidak ada adonan yang menempel di tusuk gigi, maka kue sudah matang dan siap disajikan.
Mudah kan?? Dan rasanya benar-benar istimewa!!! Yang pertama icip, pasti ga mampu kalau cuma icip satu potong. Bawaannya pingin nambah mulu. Waktu pertama kali bikin aja, kuenya ga bertahan lebih dari 1 jam, langsung ludes. Maka nya saya sampai bikin 6 loyang. Bahkan kakak saya yang datang dari Amuntai, juga pesan kue ini ke saya biar dibawa pulang buat mertuanya. Soalnya kue ini beneran istimewa. Sederhana tapi ngangenin.
Hayuk dicoba yukk.. Moga bermanfaat ya.. ^_^
NB: Resep di atas, aslinya adalah resep yang saya dapat dari internet, namun ada beberapa hal yang saya ubah. Jadi, resep di atas adalah resep yang kemarin saya terapkan di dapur saya. :)
| Ontbijkoek spesial di hari lebaran |
Langganan:
Postingan (Atom)