Kamis, 13 Agustus 2009

Story to Sampit - Chapter 2


Sebelumnya di Story to Sampit – Chapter 1.....

Perjalananku dari Banjarbaru (KalSel) menuju Sampit (KalTeng), merupakan perjalanan yang bisa dikatakan perjalanan yang sangat-sangat melelahkan. Sempat berhenti di Palangakaraya untuk sekedar menginap di salah satu penginapan di Palangkaraya. Istirahat (walaupun ga bisa dibilang ‘istirahat’, karena tidur ku yang sama sekali tak nyenyak) agar bisa meneruskan perjalanan ke kota tujuan Sampit, keesokan hari nya.

Esok hari nya...
Kelelahan plus tidur yang tak nyenyak sukses mengantarku pada mabuk perjalanan saat melakukan perjalanan lanjutan Palangkaraya – Sampit.

dan ini lah episode lanjutan Story to Sampit...

-------------------------------------------------------------------

Perjalanan dari Palangkaraya dimulai pukul 6 pagi (waktu hp ku)... Perjalanan Palangkaraya – Sampit ternyata jauh lebih parah daripada perjalanan Banjarbaru – Palangkaraya. Banyak belokan nya, dan tajam-tajam pula... Kalau kata dosen Geometrik Jalan dulu (maaf ya penonton, penyakit lamaku kambuh. Nama dosen nya aku lupa..), belokan nya disebut ‘tikungan mesra’.. hahaha :D
Belum lagi tanjakan dan turunan nya.. Mantab abizz.... Bikin hati dan perut mencelos... Wew... Sensasi nya luarrrr biasaaaa.... :p

Sempat berhenti sebentar di Kasongan untuk makan nasi kuning ma Haji, maklum lom sarapan dari berangkat tadi... Nasi kuning nya nikmat banget, apalagi di temani segelas teh hangat, di suasana yang mendung...
Ternyata eh ternyata.... Yang jual nasi kuning, orang Banjar. Banyak urang Banjar jua sekalinya di KalTeng. :)

Lanjut lagi perjalanan ku... Kuperhatikan kiri-kanan jalan ku..
Benar-benar miris ku melihatnya..
Hutan itu... TERBAKAR
Asap di mana-mana. Suasana yang sejak tadi ku pikir mendung, ternyata bukan mendung, melainkan asap. Mungkin karena aku berada di dalam mobil, aku tidak mencium bau asap itu. Seandainya saja ku buka kaca mobil, mungkin akan langsung tercium bau menyengat asap yang pasti nya langsung menyadarkan ku, bahwa ini sama sekali bukan mendung atau kabut. Tapi ini asap. Asap akibat kebakaran hutan.
Di sengaja kah kebakaran ini untuk pembukaan lahan baru?? Atau memang tanda bahwa pemanasan global sudah semakin parah??
Tapi koq ga ada yang bertindak untuk memadamkan?? Membuatku semakin yakin, kalau hutan ini sengaja di bakar.. Benar ga ya?? Duh.. tapi hati kecil ku mengatakan tak seharus nya ‘kebakaran’ seperti itu terjadi.. Alam rusak, kesehatan pun ikut-ikutan dirusak...
Perjalanan yang tak bisa dikatakan ‘indah’.... :(


***

Sampai lah kami di Sampit pukul 10 (waktu hp ku) atau pukul 9 (Waktu Sampit).
Pikiran ku melayang... Nostalgia itu muncul...
Ku ingat salah satu teman SMA ku yang dulu bela-belain pindah sekolah dari SMA di Sampit ke SMA ku, SMAN 2 Banjarbaru.
Kala itu tahun 2001...
Tragedi berdarah itu lah penyebab nya. Kerusuhan Sampit....
Kondisi yang tak aman itu membuat ia memutuskan untuk pindah sekolah.
Satu tahun aku sekelas dengan nya, tak cukup memang untuk mengenal nya dengan cukup baik. Setauku dia melanjutkan studi nya di Malang, itu pun tau dari media FB. Hehehe...
Kembali pikiran ku mencoba mereka-reka.. kejadian 8 tahun silam itu dulu benar-benar pernah terjadi di sini. Tak dapat ku bayangkan suasana nya yang sudah pasti mencekam... Pembantaian di sana-sini... Hiiiyyyyyy... membayangkannya saja rasa nya tak sanggup...

***

Alih-alih membayangkan tragedi itu, aku pun iseng nanya ke Pak Gatot (yang ngajak aku Sampit).
“Rapat di kantor Bupati nya jam berapa Pak??” kataku
“Jam 11”, kata Pak Gatot...
“Jam 11 mana pak?? Jam 11 kita atau jam 11 KalTeng??” ujarku
“Ya jam 11 KalTeng lah...” Beliau menjawab lagi...
Hohoho... ga salah tuh?? Itu artinya kami kecepetan 2 jam.. Payah nih Pak Gatot. Pake acara salah perhitungan....

Trus gimana donk?? Mo nongkrong di mana nih?? Murjani nya Sampit dimana? Hehehe.. jadi kebawa2 deh kebiasaan di Banjarbaru... :p

Akhirnya diputuskan, kami menunggu selama 2 jam itu di Kantor Ranting PLN Sampit. Dan tau kah kalian kugunakan apa waktu 2 jam itu?? Yupzzz tul sekali bagi kalian yang menjawab; “ONLINE”. Tapi sinyal GPRS nya parah banget... putus-putus....

***

Jam 12 (waktu hp ku) or jam 11 (waktu Sampit). Kami meluncur ke kantor Bupati Sampit. Kantor nya keren euy... Udah kaya kantor Gubernur kalau di KalSel (jadi malu.. :p)
Orang Sampit juga ramah-ramah. Kami disambut dengan sangat baik. Dan rapat pun dimulai...
Rapat koordinasi dengan Camat 4 kecamatan di Sampit yang dilalui line route SUTT 150 kV Palangakaraya – Sampit, berlangsung lancar. Pak Gatot sangat bagus dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Camat... Sippp dah pokoknya. Membuat rapat ini tak berlama-lama. 2 jam saja udah termasuk makan siang nya.

Pukul 14.00 (waktu hp ku), kami pun meluncur ke Banjarbaru. Kali ini langsung ke Banjarbaru, tanpa singgah untuk menginap... Cuma singgah di bakso “BUDI” saja. Konon kata nya, itu bakso paling enak di Palangkaraya. Tapi kalau menurut lidahku sih, masih enakan bakso Subur simpang empat Bjb. Hehehe... Tapi jus sirsak “BUDI” maknyosss... Seger abizzz.... :p

Perjalanan panjang 8 jam tanpa menginap membuat badan ku serasa hancur total... Remuk redam... Udah ga jelas lagi mana kepala, badan, sama kaki... Parah...
Hanya bisa ditahan-tahan saja.. Sambil sesekali berdzikir, berharap penderitaan ini cepat berlalu...

Alhamdulillah doa ku di dengar. Kami sampai di banjarbaru dengan selamat pukul 22.00 WITA....

THE END

*Kepada para pengunjung harap memperhatikan barang bawaan nya sebelum meninggalkan cinema... :p




Satu-satu nya foto di Sampit yang berhasil ku ambil. Tampak samping Kantor Bupati Sampit... Kantor nya keren. Banyak ornamen-ornamen dayak nya.... :)



13082009 22.52 WITA