Selasa, 01 Mei 2012

menyampul buku

Menyampul buku sebenarnya adalah kegiatan yang mudah dan ringan tapi dasar sayanya aja yang (sedikit) pemalas hingga ada saja alasan untuk menunda melakukan kegiatan yang namanya menyampul buku tersebut. Tapi malam ini saya putuskan untuk mengisi waktu luang dengan menyampul buku-buku yang sudah menumpuk minta disampul. Sebenernya sih sedikit banyak, kemauan saya ini muncul karena ada 'pendatang baru' yang baru nyampe ke tangan saya siang tadi.

'Pendatang baru' itu adalah sebuah buku yang berjudul MENIKAH ITU MUDAH karya Ikhsanun Kamil Pratama dan Foezi Citra Cuaca Elmart. Mereka itu sepasang suami istri loh, yang secara resmi meluncurkan buku Menikah Itu Mudah tepat di hari mereka menikah.

Karena baru datang siang tadi, maka sayapun belum tuntas membaca buku tersebut. Tapi kalau dari endorsement yang saya baca, seperti buku ini menjanjikan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan :)

Well, kembali ke urusan sampul-menyampul buku, ternyata buku saya yang belum bersampul lumayan banyak juga euy. Ada sekitar 6 buku, yaitu Ayahku (Bukan) Pembohong; Eliana; Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah; Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin; Persekutuan Misterius Benedict; Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!.

(Penampakan buku-buku saya sebelum disampul)

Maka, setelah membulatkan tekad (lebayyy euy.. :p) sayapun mulai menyampuli buku tersebut satu persatu. Peralatan untuk menyampulipun sudah dipersiapkan. Biar gini-gini, peralatan tulis saya lumayan lengkap loh, jadi kalo cuma gunting, plastik sampul, dan isolasi sih ga masalah lah. Ga percaya? Ini buktinya...


Dan seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, sebenarnya urusan sampul-menyampul buku ini adalah perkara yang gampang. Terbukti dengan berhasilnya saya menyampul satu buah buku dalam waktu kurang lebih sekitar 10 menit. Tapi dasarnya ada aja godaan-godaan, akhirnya urusan sampul-menyampul ini selesai dari jam 7 s.d jam 10. Eitsss.. tapi tunggu dulu. Jangan keburu nge-judge saya lelet atau malas. Tapi di antara waktu itu ada waktu untuk shalat Isya, makan malam, dan bermain dengan keponakan yang tiba-tiba malam ini datang main ke rumah kakeknya :D. Wajar saja kan kalo nyampulin bukunya baru kelar pukul 10? hehehe....
Setelah disampul, buku saya jadi rapi jali, dan yang jelas bakalan lebih awet karena lebih terawat.

(Penampakan buku-buku saya setelah disampul)

Oiya, saya mempunyai kebiasaan unik lho... Saya suka sekali menempelkan sticker bar code harga dari masing-masing buku yang sudah saya beli. Tujuannya apa ya?? Entahlah. Yang jelas saya merasa sayang aja kalo sticker bar code itu dibuang. Jadi setelah dicabut dari plastiknya, saya tempel kembali ke cover buku nya di bagian belakang. Contohnya seperti ini nih...


Dan dari menyampuli buku-buku saya yang belum bersampul, tiba-tiba saya nemu sebuah buku yang masih baru alias belum dibaca a.k.a plastiknya aja belum dibuka, hehehe. Buku itu adalah Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3!. Buku ini merupakan pemberian (hadiah ultah) dari temen saya. Waktu dia ngasih, saya pikir dia ngasih buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 1!, karena jujur saja saya dulu pernah minta dia nyariin buku tersebut. Dan setelah hampir satu bulan, hadiah itu nongkrong di rak buku saya tanpa pernah dibuka plastiknya (apalagi dibaca), saya baru nyadar kalau ternyata buku tersebut ternyata adalah buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3!. Dan saya juga baru nyadar kalau ternyata buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya ini ternyata merupakan trilogi. Parah!!! (maksudnya, saya yang parah, hehehe :D)


Karena belum berniat membaca buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3!, maka sayapun memutuskan untuk tidak membuka plastiknya dulu. Nanti saja, kalau saya memang ingin membacanya, sebab buku yang sekarang mengisi 'schedule' baca saya adalah si 'pendatang baru' yang baru datang siang tadi. Dan kalau nanti saya udah kelar bacanya, saya berniat pingin bikin reviewnya. Penasaran??? Tunggu aja ya :)